ANTIPRIVASI, tabrak paugeran, tanpa sekat (kecuali kamar tidur dan kamar mandi), los-losan, dan ugal-ugalan. Setidaknya itu yang tergambar di benak tim PadmaNews saat memasuki Reva House, di Jl Bukit Sadewa, Bukit Sari, Gombel, Semarang. ”Konsep rumahku antiprivasi. Hidup selayaknya manusia. Sebab, (bagiku) nggak ada yang lebih penting dari keluarga,” kata arsitek Revano Satria.

Menurut dia, rumah harus multifungsi. Artinya jangan sampai ada ruang yang tidak terpakai atau tidak terjamah. Lantai tak harus granit. Cor beton pun jika diselep halus akan muncul warna batu kehijauan yang bagus dan alami.
Ya, Reva House dari luar sangat indah, futuristik, artistik, dan megah. Tadi di dalamnya benar-benar los-losan seperti bangunan dalam gudang. Namun desain interiornya tetap kekinian dan futuristik, serta keren abis. Ada karakter industrial, konstruksi besi sengaja diekspose, dan atap galvalum. Di langit-langit yang terbuat dari kayu oak Prancis, ada fan terbuat dari kayu yang dibeli dari Australia. “Ya itu dari Australia. Low electrical dan material dari kayu bagus banget.”

Reva House yang luasnya 220 m2 (7×31 m) itu tertutup tembok yang terbuat dari kaca 5 ml. Ya, sebelah timur dan barat ”temboknya” adalah kaca. Sebagai penghalang dari cahaya matahari atau pandangan dari luar adalah tirai gulung atau PVC Blockout roller blinds anti UV yang bisa naik turun dengan bantuan motor listrik.
Sebagian tembok rumah itu memang menggunakan batu bata yang diekspose, seperti tembok di bagian utara, itu adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap ayahnya, Johnny Hendrawan Satria. ”Saya menggunakan batu bata di RevaHouse sebagai penghormatan kepada ayah saya.” Lho kenapa?
Ayah Revano, Johnny Hendrawan Satria, adalah arsitek senior ternama di Jateng. Karyanya antara lain Gereja GKI Beringin yang berhasil memenangkan Penghargaan IAI di Jateng untuk bangunan terbaik kembali pada tahun 90-an. Johnny selalu menggunakan batu bata sebagai tanda tangan dalam semua desain.
Diganggu Anak
Dengan konsep rumah antiprivasi tersebut, mulai dari pantry, meja makan, minibar, ruang keluarga, ruang tamu, hingga kamar kerja Si Boss, jadi satu dan benar-benar menyatu. Sehingga sangat biasa jika saat Revano sedang serius bekerja di meja kerjanya, tiba-tiba ada celutukan Eames dan Apple, buah kasihnya dengan Stephanie Nastasya.
”Daddy…Daddy… help me organize this lego…” Atau, ”Daddy…Daddy…Eames nakal,” kata Apple datang ke pelukan Revano sembari merajuk.

”Saya suka diganggu anak-anak saat bekerja. Saya suka sekali. Nothing is more important than family. Mereka mengganggu saat saya kerja tanpa harus mengetuk pintu kamar. Setelah mengganggu, mereka bebas berlarian atau asyik dengan permainan sebelumnya. Itulah mengapa saya membuat Reva House sebagai rumah antiprivasi.”
Keluarga Revano adalah pecinta dan kolektor lego. Di sana ada ber-dus-dus lego untuk keluarga, ya untuk anak-anak ya untuk orang tua. ”Saya ingin membuat sebuah kawasan perkotaan. Di mana ada stasiun KA, ada rel dan KA, ada kawasan Disney di dalamnya, ada taman, dll. Saya butuh meja yang lebih besar ukurannya dari pada yang ada sekarang,” ujarnya.
Tak hanya lego, koleksi mainan keluarga Revano sangat beragam. Beragam jenis mobil-mobilan, seperti mobil Batman, Batman, Joker, tentara Star Wars, Avatar, Hulk, Dragon Ball, beberapa gunner LA Lakers, Red Bull, Los Angeles, dll. Ada pula boneka Vladimir Putin sedang pidato di podium (kebetulan tanggal lahirnya sama dengan Revano, 7 Oktober), ada kapal lego dalam botol, dan ratusan jenis mainan anak-anak dan dewasa lainnya.
Rumah berdiri di atas tanah seluas 900 m2 itu minim sekat. Kalaupun ada sekat itu hanya papan kayu jati bolong-bolong yang multifungsi, selain sebagai sekat sekaligus tempat memajang mainan anak-anak yang jumlahnya ratusan buah. ”Sekat itu hanya untuk kamar tidur utama, kamar tidur anak, kamar tidur pembantu dan dua buah kamar mandi,” kata Revano Satria, sang pemilik.
Inspirasi Apartemen
Sebelum membangun rumah itu (dibangun 2011), Revano ditawari apartemen yang luasnya 24 m2 – 70 m2. ”Dari brosur apartemen itulah terpercik ide membuat rumah kayak apartemen. Artinya rumah yang esensial fungsinya. Nggak perlu membangun ruang-ruang yang nggak perlu. Akhirnya saya mendisain rumah dengan konsep ruangan minimalis yang basik saja.”
Ditanya PadmaNews tentang kiblat, dengan enteng dia mengaku tak punya kiblat. ”Kiblat saya smart architecture. Saya hanya chef. Saya punya banyak sekali desain yang klasik, tapi bisa tiba-tiba Mediterania modern futuristik, ekstrem,” katanya.
Revano ternyata tak asing dengan jajaran artis kondang. Beberapa artis seperti Raffi Ahmad, Luna Maya, Sammy Simorangkir, Gading Martin, dll. Banyak kalangan selebritas yang mempercayakan pembangunan rumahnya kepada Revano.

“Saya buat rumah Raffi Ahmad itu kecil dan tidak intimidatif. Jadi siapapun masuk ke rumah itu nyaman-nyaman saja. Rumah Sammy eks vokalis Kerispatih karena dia seorang gamer, saya buat gokil. Semuanya itu untuk menyamakan karakter klien.”
Menurut dia, perubahan cepat gaya hidup sosial menuntut rumah sekarang ini kecil, fleksibel, efisien, dan non-tradisional. Pertanyaan yang telah diajukan adalah bagaimana tempat tinggal kehidupan-pekerjaan dapat dirancang untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kehidupan keluarga.
Tantangan pertama dari desain adalah untuk mengintegrasikan pekerjaan dan kehidupan keluarga dengan mulus melalui desain rumah. Area pribadi, kantor dan kamar tidur utama terletak terpisah.
Perkembangan gaya hidup membuat desain rumah mewah dituntut untuk mampu mengakomodir setiap aktivitas penghuninya. Hal inilah yang membuat arsitek Revano Satria mengimplementasikan desain rumah mewah untuk mengintegrasi pekerjaan dan juga kehidupan keluarga lewat desain rumah mewah Reva House.
Rumah yang ia diami bersama keluarga ini memiliki penampilan terbuka, sederhana, namun tetap terkesan mewah dengan berbagai material yang diekspos. Mulai dari kayu, beton, hingga besi. Meski terbuka, area pribadi seperti kantor dan juga ruang tidur utama terpisah dari bangunan utama yang menciptakan area terbuka di tengah bangunan yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas.

Selain pemisahan zoning yang rapi, salah satu hal yang menjadikan desain rumah mewah ini menarik adalah konsepnya yang sangat playful. Di mana setiap sudut ruangan bisa menjadi area bermain yang menyenangkan untuk buah hatinya.
Reva House juga dibangun dengan sistem otomasi jaringan interkoneksi yang sepenuhnya terkontrol melalui perangkat genggam dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Sistem HVAC dirancang untuk mendeteksi secara otomatis suhu luar yang akan diinformasikan oleh informasi berbasis internet, untuk menggerakkan tirai dan gorden di rumah secara otomatis untuk menutup atau terbuka pada siang hari dan malam. Hal ini tergantung pada arah sinar matahari sepanjang hari untuk mendapatkan efisiensi HVAC dan mengurangi panas di dalam rumah. (ali)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





