Perumahan Graha Padma Semarang terus menambah fasilitas untuk warga perumahan maupun masyarakat pada umumnya. Kali ini Graha Padma akan menghadirkan bioskop Platinum Cineplex.
PT Graha Padma Internusa menggandeng PT Platinum Sinema, anak usaha PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP), untuk menghadirkan Platinum Cineplex di Padma Piazza, kawasan The Club, Perumahan Graha Padma.
Bioskop modern ini akan menempati area seluas 1.500 meter persegi. Bangunannya berada di kawasan yang juga nantinya terhubung dengan Padma Piazza, Resto Sentosa Live Seafood, dan lainnya.
Kerja sama tersebut resmi terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT Graha Padma Internusa, Z Hendro Setyadji, dan Direktur PT Platinum Sinema, Amit Ramesh Jethani, pada Sabtu, 5 Agustus 2025.

Amit menjelaskan, Platinum Cineplex sudah memiliki 17 cabang, dan akan mendirikan cabang ke-18. “Kami melihat dengan visi sepuluh tahun ke depan. Bioskop jaman dulu itu datang terus nonton sudah. Sekarang harus menjadi tempat tujuan komunitas dan kekinian. Kadang juga undang sutradara atau pemain untuk menginspirasi masyarakat. Ini semua juga agar industri perfilman kita bisa maju”.
“Jadi kami ingin masyarakat itu kalau ke bioskop jangan hanya nonton pulang, tetapi juga melakukan banyak aktivitas. Maka desain atau interior lebih kekinian jaman sekarang. Ada photo booth juga. Makanan juga beda, disesuaikan dengan selera masyarakat. Kursi juga dipilih yang bagus. Sound system juga kami sajikan yang canggih”.
Sehingga, tambah Amit, meski harga tiket cukup hemat tetapi dapat fasilitas yang luxurious. Platinum Cineplex Semarang disebut akan menghadirkan pengalaman menonton berkelas dengan teknologi layar dan audio terkini, serta fasilitas yang mengutamakan kenyamanan penonton.
“Kolaborasi ini menjadi tonggak awal dari sinergi positif yang tak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya,”
Oleh karena itu ia memandang kerja sama dengan Graha Padma ini sangat penting. “Sewaktu bertemu dengan tim Graha Padma, saya melihat ini menarik, karena mereka juga menuju kepada visi yang kami punya. Oleh karena itu kami akan membuat kejutan dengan pendirian bioskop yang berbeda, bahkan dengan yang ada di Jakarta”.
Sementara Hendro mengungkapkan kerja sama dengan Platinum ini sudah dirintis dalam beberapa bulan terakhir, dan kemudian sampai pada keputusan melakukan penandatanganan kerja sama. “Saya tentu saja tidak ingin salah pilih dan juga ingin memberikan yang terbaik, dan kerja sama kami jatuh kepada Platinum”.
Hendro mengungkapkan keyakinannya bahwa kehadiran Platinum Cineplex akan memperkuat daya tarik Padma Piazza sebagai pusat hiburan dengan konsep ruang terbuka yang ramah keluarga dan komunitas.
Tenant Gathering
Setelah penandatanganan kerja sama, acara berlanjut dengan Tenant Gathering. Hadir sebagai pembicara Assistant Director PT GPI Albertus Haryanto didampingi General Manager Padma Piazza Semarang, Hisyam Rosyadi.
Albert dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa proyek yang sedang dikembangkan di lingkungan Perumahan Graha Padma dan progresnya. Di antaranya adalah Padma Piazza yang hampir rampung dan diharapkan meluncur akhir tahun 2025. Kemudian juga pembangunan Padma Groove dan Padma Centro.
Dalam sesi tanya jawab, Tito (Cwiemie Bromo) dari perwakilan salah satu tenant yang hadir menanyakan bagaimana strategi Graha Padma mempromosikan Padma Piazza dan proyek lain mengingat lokasinya ada di dalam perumahan.
Albert menegaskan strateginya adalah dengan menjadikan perumahan menjadi ramai dengan berbagai macam projek itu. Dia mencotohkan Perumahan PIK Jakarta. “Kalau kita ke PIK itu tahu gak lokasi perumahannya? Gak kelihatan…Karena kebanyakan mereka yang datang ke situ memang hendak life style. Mereka naik sepeda, mereka makan, mereka clubbing, dan apa saja yang mereka inginkan”.
Jadi kesimpulannya, tambah Albert, selama kita bisa bikin sesuatu yang menarik, maka orang pasti datang. “Kami selektif juga dalam memilih tenant. Untuk kuliner memang yang sudah punya nama, sementara yang baru adalah yang memang di Semarang belum ada. Jadi kombinasi ini semoga bisa menciptakan suasana dan sajian yang diminati konsumen”.
Hisyam menambahkan, lokasi memang penting dan memang banyak mal yang berada di tengah kota. “Namun konsumen sekarang juga ada perubahan. Mereka sekarang cenderung untuk mencari experience juga. Nah, keinginan ini yang biasanya potensial mendatangkan konsumen”.
Menurut Albert, mal sekarang ini sudah bisa ditebak komposisi dan tenant di setiap lantainya. Lama lama tentunya ini membuat bosan. “Di Singapura kita melihat bahwa ada mix untuk tenant, ada toko hewan, sebelahnya toko barang mewah, dan lain-lain. Pengalaman outdoor juga menjadi experience tersendiri”.
Di Graha Padma ini tersaji beberapa item yang diharapkan menarik konsumen untuk datang. “Experience mereka adalah dengan adanya pet zoo, playground, water park, billiar, dan ada sinema. Intinya kami mau bikin kawasan ini hidup sepanjang hari”.
Menjawab pertanyaan Kristian dari Antarakata Group, Hisyam mengupayakan pembangunan Padma Piazza akan selesai akhir tahun 2025. Sementara Albert menambahkan, persiapan dan masuknya tenant ke dalam gedung juga butuh waktu, sehingga kepastian operasional Padma Piazza juga tergantung pada lama waktu masing-masing tenant untuk masuk. Terutama tenant dengan space yang besar. “Diharapkan akhir tahun ini sudah selesai”.


Mengenai pasar, Albert menjelaskan selain pasar masyarakat umum, captive market di lingkungan Graha Padma pun cukup besar. Warga perumahan ada 8.000 orang, SMA Karangturi ada 2.000 orang. Kemudian tiap tahun PB Djarum seleksi atlet di kawasan the Club. “Tahun lalu atlet yang datang 1.500 orang. Belum orang tuanya, adiknya, kakaknya, pelatihnya, dan tim horenya”.
Kemudian para romo Katholik juga tiap tahun mengadakan acara bersama di area the Club ini. Mereka berkumpul dan berolahraga bersama. “Intinya adalah pasar kita besar, tinggal kita godok lingkungan ini agar mereka menjadi konsumen yang potensial”.
Baik Hisyam maupun Albert mengungkapkan bahwa pembangunan Padma Piazza dan lingkungannya memang dilakukan bertahap dalam beberapa fase. ” Kami sengaja memang supaya rasa excited warga itu terus menerus. Setelah selesai Padma Piazza fase satu, mungkin dilanjut ke sinema, dan terus fasilitas lain atau Padma Piazza fase kedua. Jadi akan selalu ada kejutan baru untuk masyarakat “, kata Albert.
Strategi lain adalah menempatkan pintu masuk utama di belakang kawasan. Sementara pintu depan nanti khusus untuk yang drive thru, quick shopping, dan memang untuk orang-orang yang mau berkegiatan cepat dan cuma parkir sebentar.
Pintu masuk utama ditukar di belakang kawasan supaya kalau masuk mereka bisa tahu dan berkunjung ke melon farming, kemudian ketika masuk di area orang akan langsung melihat gedung sinema. Kemudian mau jogging bisa, ke playground, ke zoo, berkunjung ke food court outdoor. Di situ semua aktivitas bisa dilakukan.
Baru kemudian mereka ke pusat makanan. “Soalnya kalau pintu utama ada di depan, orang cuma ke pusat makanan dan setelah makan mereka pulang, maka hilang kesempatan melihat fasilitas lain itu. Inilah strategi kami agar pendatang terdistribusi secara merata di semua fasilitas kami”.
Fasilitas kawasan ini juga didukung oleh area parkir yang memadai. Areanya bisa menampung kurang lebih 500 mobil dan sekitar 400 kendaraan roda dua.
Acara kemudian berlanjut dengan kunjungan seluruh peserta ke lokasi pembangunan Padma Piazza. Mereka melihat progress terakhir dan dilanjutkan dengan makan siang bersama sekaligus ramah tamah. (BP)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





