22 April 2021
Home / Event / Satpam Graha Padma Multiguna

Satpam Graha Padma Multiguna

Sandi Kalono

Sandi Kalono (51) begitu lancar bercerita tentang seluk beluk Perumahan Graha Padma Semarang. Bagi Sandi, wajib hukumnya mengetahui apa saja yang terjadi setiap hari di 10 cluster (sekitar 1.000 KK) yang ada di kompleks Perumahan Graha Padma.

Sandi Kalono adalah kepala Satuan Pengamanan (Satpam) Perumahan Graha Padma yang dikelola PT Graha Padma Internusa (GPI). Dibantu 74 personel satpam, Sandi bertugas menjaga dan mengamankan penghuni 10 cluster di Graha Padma.

Tugas Sandi dan 74 anak buahnya itu adalah menjadikan kawasan Graha Padma aman dari gangguan apa saja.

”75 personel satpam termasuk saya tiap hari bertugas secara bergiliran. Saya bagi menjadi tiga regu @25 personel. Tiap regu bekerja bergantian sesuai shift. Yang pertama 07.30-19.30, kedua 19.30-07.30, ketiga 07.30-19.30, begitu seterusnya, kami bergiliran berjaga di Pos Induk (Pos Pengendali) yang berada di Head Office (HO) dan 12 pos lainnya,” jelas Sandi.

Ke-12 pos penjagaan itu adalah ke-1 di pos utama (main gate) gerbang utama. Pos kedua hingga 12 ada di Taman Magnolia, Taman Grandis, Taman Oleander, Taman Anyelir, Taman Adenia, Taman Lavender, Taman Avonia, Taman Alamanda, Taman Rafflesia, Taman Anggrek, dan The Club. 

Seluruh satpam mengadakan pertemuan rutin tiap bulanan di Head Office (HO). Sandi melakukan pembinaan bulanan dan ramah tamah.

”Setiap akan bertugas pergantian shift, para ketua regu dan wakil ketua regu juga memberikan arahan-arahan kepada seluruh anggota regu yang akan bertugas. Kami lakukan secara rutin dan terus menerus untuk menjaga kedisiplinan dan semakin memantabkan para personel sehingga selalu siap siaga selama bertugas sesuai standard operating procedure (SOP).”

Lelaki kelahiran 22 Mei 1968 ini menjelaskan sesuai SOP, satpam tidak boleh meninggalkan pos jaga. Melakukan patroli maksimal 5 kali selama 12 jam jaga. Patroli di dalam cluster menggunakan sepeda onthel, sebab lebih teliti dibanding naik sepeda motor.

Selama patroli keliling, lanjut dia, personel satpam wajib memantau lampu penerangan jalan, memantau pipa air PDAM apakah ada yang bocor, memantau lingkungan secara umum, mencatat ranmor (mobil dan motor) milik warga. Sebab, tidak tertutup kemungkinan ada mobil tamu atau ada mobil asing.

”Jika ada laporan spion mobilnya patah/hilang atau bodi mobil warga ada yang penyok, kami bisa merunutnya. Kami bisa melihat dari rekaman CCTV. Kejadiannya apakah saat berada di dalam lingkungan perumahan atau di jalan raya di luar perumahan,” tuturnya.

Tak hanya ranmor, petugas satpam juga harus mengecek sepeda onthel milik warga. Sebab, sepeda onthel saat ini harganya bisa puluhan bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

”Lha kalau di rumah warga ada dua Brompton yang harganya seratus jutaan rupiah, itu termasuk aset yang harus kami catat dan kami pantau. Demikian juga hewan peliharaan seperti anjing. Anjing tidak boleh dilepas dari kandang atau tetap di dalam rumah,” katanya.

Kebocoran pipa air PDAM, kata Sandi, juga termasuk yang harus dicatat dan dilaporkan ke pihak Estate Management (EM). Banyak juga warga yang langsung menghubungi satpam untuk mengecek rumahnya, karena telepon rumahnya tidak bisa dihubungi.

Petugas kemudian mengecek rumah tersebut. Barangkali kabel saluran teleponnya putus karena ketimpa dahan pohon yang patah. Bisa jadi pembantu rumah tangga sedang pergi ke warung atau sedang tidur. Petugas kemudian memberi informasi kepada pemilik rumah tentang kondisi rumahnya saat itu. ”Intinya satpam di Graha Padma ini multiguna. Ibaratnya lubang semut pun, kami harus tahu.”

Patroli Ring Luar

Sesuai SOP, personel satpam yang sedang bertugas juga wajib melakukan patroli ring luar. Patroli itu dilakukan khusus di jam rawan, yakni pukul 02.00-03.00.

”Potensi kejahatan pada jam rawan dini hari itu yang wajib diwaspadai. Ada blok tertentu yang dekat dengan persawahan dan rel KA bisa menjadi sasaran pencurian di jam rawan. Selain itu kami juga memantau dan mengamankan aset-aset PT GPI, antara lain pintu air,” tegasnya.

Pintu air wajib dipantau dan dijaga dari kemungkinan orang jahil, karena sebagai pengendali dan pemantau ketinggian air saat hujan deras. Meski hingga saat ini perumahan Graha Padma terkenal bebas banjir, namun antisipasi untuk itu sangat perlu.

Sandi yang kini tinggal di Jl Dr Wahidin Karangpanas 10A Semarang ini menambahkan, banyak laporan warga yang tetap harus diperhatikan. Misalnya rumput lingkungan yang terlalu tinggi, pohon yang terlalu rimbun dan sudah saatnya dipotong dahannya karena jika ada hujan deras dan angin kencang bisa patah atau tumbang, dan sebagainya.

Agar para personel satpam tetap terjaga performanya, pihaknya juga bekerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa (dari TNI/Polri Semarang Barat) untuk secara periodik memberikan arahan tentang tugas-tugas satpam di lingkungan dan melakukan kerja sama yang baik jika ada gangguan keamanan.

”Kami juga membekali para personel satpam dengan beladiri Kempo sebulan sekali. Bagaimana teknik bantingan, teknik menjatuhkan lawan, dan lain-lain. Menjaga performa satpam untuk selalu siaga itu sangat perlu. Satpam juga berolah raga lari pagi tiap untuk menjaga kebugaran.”

Mantan atlet nasional olah raga Kempo ini selama bekerja dibantu Teguh Yuwono, Sugiyanto, dan Suparto (ketua regu) dan Kusdiyanto, Nur Taufik, serta Hari Setyobudi (wakil ketua regu). (Ali)