22 April 2021
Home / Film / Ketika SpiderMan Jauh dari Rumahnya

Ketika SpiderMan Jauh dari Rumahnya

Your friendly neighborhood…” Itu yang biasa diteriakkan Spider-Man era Tobey Maguire, sambil berayun di antara gedung-gedung tinggi Kota New York. Maka lanskap yang dihapal dan jadi medan aksinya pun lebih banyak di New York, mulai Spider-Man, Spider-Man 2, dan Spider-Man 3.

Era Milenial rupanya juga mempengaruhi sosok dan aksi Spider-Man yang baru di tangan Tom Holland. Setelah sukses dalam perannya di Spider-Man: Home Coming, kali ini Holland kembali berperan sebagai si manusia laba-laba dalam Spider-Man: Far from Home.

Home Coming jadi penanda Spider-Man kembali ke “habitat-nya” yang asli yaitu Marvel Cinematic Universe (MCU) meskipun hak cipta Spider-Man saat ini tetap dipegang oleh Sony,

Dalam Far from Home, Peter Parker (Spider-Man) dan teman-temannya, seperti Ned, MJ dan lainnya berlibur ke Eropa. Sehingga dari pemandangan gedung-gedung modern di New York, aksi Spider-Man beralih ke bangunan aristokrat, baik di London maupun Venesia, Italia.

Masalahnya liburan itu ternyata tidak semulus yang direncanakan. Gangguan muncul dari tokoh-tokoh antagonis super. Di antaranya adalah penjahat bernama Mysterio. Sosok ini diperani aktor Jake Gyllenhaal yang pernah tampil dalam film-film seperti Donnie Darko, Prince of Persia: The Sands of Time, Source Code, serta End of Watch.

Kemudian juga muncul Sandman yang merupakan salah satu lawan yang ikonik dari trilogi Spider-Man yang pernah dimainkan oleh Tobey Maguire pada film Spider-Man 3 di tahun 2007 yang lalu.

Karakter lainnya yang muncul adalah The Molten Man. Karakter yang diciptakan oleh Stan Lee dan Steve Ditko pada tahun 1965 memiliki latar belakang seorang peneliti ilmu pengetahuan khusus radioaktif. Satu lagi, jika ada hempasan air bergejolak, maka ia adalah sosok Hydro-Man.

Kemunculan sosok-sosok aneh itulah yang mendorong tampilnya Nick Furry, yang tiba-tiba hadir di saat Peter Parker sedang berlibur di Italia. Kita tahu Nick Fury adalah salah satu tokoh ikonik yang mencoba menyatukan para superhero Avengers lainnya. Nick meminta bantuan Peter untuk mengatasi teror para antagonis itu, sekaligus melindungi teman-temannya. Bagaimana aksi Spider-Man versi Holland di era Milenial ini? Yang pasti tetap seru. Yang paling asyik ketika menonton film-film Spider-Man adalah penonton selalu diingatkan bahwa superhero pun punya persoalan-persoalan yang membumi seperti kita semua. (BG)