13 June 2024
Home / Event / Bergembira Bersama dalam Ikari Run 2023

Bergembira Bersama dalam Ikari Run 2023

Pagi jam 05.30 WIB pelataran Sekolah Nasional Karangturi di Kompleks Perumahan Graha Padma mulai dipadati orang. Mereka adalah para peserta Ikari Run 2023. Maka seragam kaos biru bergradasi merah dan celana hitam terasa mewarnai halaman depan sekolah itu.

Sebelum acara lari dimulai, para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian berlanjut dengan melepas para peserta lari. Rute yang ditempuh adalah di sekitar Perumahan Graha Padma Semarang.

Suasana hijau nan asri mewarnai lintasan IKARI RUN 2023.

Ikari Run berkonsep fun run, sehingga bisa dinikmati semua kalangan. Peserta merasakan kegembiraan bersama. Bahkan ada pasangan suami istri muda yang berlari pelan sambil mendorong balita mereka dalam kereta bayi.

Masuk finish pertama adalah Fabien Rousselot. Dia adalah warga di Perumahan Graha Padma. Fabien yang asli Prancis adalah juga Wakil Kepala Sekolah TK&SD Binus School Semarang. Ketika ditanya MC bagaimana kesan kesannya sebagai orang pertama yang masuk finish, Fabien berseloroh, “Sepi… Di depan saya tidak ada orangnya, jadinya sepi hahaha”.

Kepada Padmanews, Fabien menuturkan bahwa sehari hari dia terbiasa jalan dan juga lari, baik di lingkungan Perumahan Graha Padma maupun di daerah berbukit Kota Semarang. Itu sebabnya untuk Ikari Run ia menyatakan tak ada persiapan khusus.

Fabien juga bercerita bahwa dia tinggal di Indonesia sejak tahun 2006. Ia pernah tinggal dan bekerja di Jakarta, Sumatera,  dan Semarang. Ia mengaku senang tinggal di Indonesia, karena orangnya ramah ramah. Ia bahkan kemudian beristri orang Indonesia dan membangun keluarga di Indonesia. Mereka memiliki dua anak.

Selain lari, acara juga dimeriahkan dengan senam bersama. Kemudian juga ada pembagian doorprize bagi para peserta Ikari Run 2023.

Animo Masyarakat

Sementara itu, Ketua Panitia Ikari Run 2023 Kevin Jap mengatakan, Ikari adalah Ikatan Alumni Karangturi, yang dibentuk untuk mengumpulkan para alumni Sekolah Karangturi. Sebelumnya sudah punya event Ikari Cup yang terselenggara pada tahun 2019 dan awal 2023.

Kemudian karena melihat animo masyarakat yang tinggi, pihaknya kemudian mencoba menyelenggarakan Ikari Run. Pelaksanaan di tengah tahun 2023 ini merupakan yang pertama kali. Selain itu di lokasi juga diadakan bazaar yang diikuti banyak tenant dan produk. Peserta Ikari Run sendiri ada yang perseorangan, komunitas, bahkan influencer.

Kevin Jap (Ketua Panitia)

Dijelaskannya, karena bentuknya fun run, maka tidak ada posisi juara. “Kita happy happy saja. Temanya adalah Back to 80’s, sehingga kita juga melihat best costume sesuai tema itu”, tuturnya. Meskipun penyelenggaraan oleh Ikari, namun peserta ada yang masyarakat umum, bahkan ada yang dari luar kota. “Ada juga yang gak ikut lari tapi malah ndaftar ikut bazaar”.

Kevin yang lulus SMA tahun 2016 ini berharap Ikari Run ini bisa menjadi event tahunan seperti Ikari Cup. ” Semoga bisa dikembangkan lagi dengan skala yang lebih besar”. Ia memandang support yayasan dan sekolah cukup bagus, baik saat penyelenggaraan maupun soal relasi dan koneksi.

Jaringan alumni yang tergabung dalam Ikari cukup kuat dan saling bantu. Dalam tiap angkatan ada lurah lurah yang jadi koordinator dalam grup WA. “Ada grup kecil dan ada grup besar, misal angkatan 1991 sampai 2000 ada sendiri. Jadi kalau ada info dari atas dishare sampai yang di grup kecil dapat semua info itu”.

Obrolan akrab menjelang lomba antara Z. Hendra Setiadji
(Direktur Utama GPI) dengan Harjanto Halim (Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Karangturi).
Lingkungan yang asri sangat mendukung
suasana IKARI RUN 2023.
Kegembiraan lintas suku, agama, ras dan antar golongan.

Kegiatan Outdoor

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Karangturi Harjanto Halim mengatakan, acara lari pagi seperti ini baik untuk para alumni. ” Mungkin mereka sudah jarang olah raga, lebih banyak nonton drakor, main game atau main handphone. Jadi kalau ada kegiatan outdoor begini saya nilai bagus”.

Di Karangturi itu mereka kumpul 12 tahun sampai 15 tahun, dari TK dan mungkin sampai SMA, sehingga mungkin temannya lebih dekat daripada dengan keluarga. Itulah sebabnya banyak acara kumpul yang diadakan di antara mereka.

Harjanto melihat bahwa kegiatan outdoor harus lebih banyak diselenggarakan, karena kegiatan indoor “memenjarakan” kita semua. “Orang menjadi asosial, main gadget terus. Padahal gadget itu bisa jadi digital heroin. Kalau main gadget itu ada endhorpin yang keluar, persis seperti narkoba. Itulah sebabnya saya selalu menyarankan jangan beri anak anak kecil gadget. Kasih gadget  selambat mungkin”.

Ia berharap kegiatan seperti Ikari Run ini bisa lebih merekatkan persaudaraan, karena mereka terdiri dari berbagai angkatan. “Mereka disadarkan bahwa kesehatan penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kekerabatan”, ucapnya. (BP)

About Eddy