
Yang Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu dengan keseimbangan. Binatang yang lebih besar memakan yang lebih kecil, dan yang kecil memakan yang lebih kecil lagi. Namun mereka juga bereproduksi cukup banyak, sehingga tetap terjadi keseimbangan.
Demikian juga dengan alam dan tumbuhan. Kita manusia inilah yang bersikap selalu merusak. Pohon-pohon ditebangi tanpa batas. “Setelah iklim panas, mereka menggeliat dan kebingungan,” ungkap Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji kepada Padmanews.
Padahal, tambahnya, angin itu selama ada pohon ditahan supaya tidak kencang. “Kalau tidak ada pohon, terjadi angin ribut, puting beliung. Juga bisa terjadi gempa dan longsor, karena terjadi ketidakseimbangan,” tuturnya. Situasi ini membuat Djarum Foundation berniat untuk berpartisipasi menjaga keseimbangan ini.
Djarum Trees for Life
Di antaranya adalah dengan program Djarum Trees for Life (DTFL) yang merupakan program dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk melestarikan dan menghijaukan lingkungan.
Diawali dengan penghijauan di Kota Kudus pada tahun 1979, kini program Djarum Trees for Life telah menanam lebih dari 2 juta pohon yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Melalui program penanaman trembesi yang dimulai pada tahun 2010, DTFL telah berhasil menghijaukan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), Madura, Lombok, dan Medan sepanjang 2.500 Km dengan potensi penyerapan CO2 sebesar 28,5 ton/tahun/pohon.
Selain trembesi, DTFL juga telah menanam lebih dari 800,000 bibit Mangrove di Pantai Utara Jawa Tengah untuk mengembalikan ekosistem pantai dan muara serta mencegah abrasi, dan lebih dari 72,800 bibit ditanam di lereng Gunung Muria untuk mengembalikan kawasan Muria sebagai daerah tangkapan air.
Sebuah Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) pun didirikan untuk mendukung program penanaman trembesi, konservasi di sekitar pantai, konservasi hutan dan juga menjadi tempat untuk melestarikan berbagai jenis tanaman yang terancam punah.
Hingga saat ini, PPT telah mengoleksi lebih dari 230 jenis tanaman. Berbagai program dijalankan berkesinambungan dan saling melengkapi demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Edukasi Masyarakat
Selain itu juga dilakukan berbagai program untuk mengedukasi masyarakat. “Pembangunan kesadaran terhadap lingkungan oleh masyarakat selalu diupayakan Djarum Foundation,” katanya.

Dengan mengajak pemerintah daerah, Djarum Foundation mengedukasi masyarakat bagaimana menjaga kebersihan sungai, memilah sampah.
Lewat Bakti Pendidikan, sejak PAUD, SD, SMP, SMA, generasi muda dididik sejak dini untuk memahami lingkungan, misal dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Sekarang ini masih banyak terjadi di kampung-kampung, saluran air dipenuhi sampah. Begitu hujan sekali, banjir terjadi. “Nanti yang disalahkan pemerintah. Padahal itu merupakan kesalahan sendiri,” ucapnya.
Gerakan edukasi kepada usia dini ini sekarang sudah dimulai. “Sampah dipilah, mana yang organik dan mana yang non-organik. Diajarkan juga kepada rumah makan, bakul, dan juga lingkungan pasar”. Kemudian sampah itu diubah menjadi kompos, yang bisa dimanfaatkan bagi yang membutuhkan. Edukasi pada usia dini ini penting karena tingkat pemahaman yang belum setinggi mahasiswa. “Kalau mahasiswa sih diajak langsung jalan. Pada waktu penghijauan Candi Borobudur, kami buka pendaftaran untuk 500 sukarelawan, yang mendaftar ribuan”. (bp)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





