
Mata FX Supanji tampak berkaca-kaca ketika memberikan sambutan pada acara simbolis penanaman 12 ribu pohon di depan Masjid At Taqwa, Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Kamis (18/11/2019).
Vice President Director Djarum Foundation tersebut saat itu menceritakan tentang kisah seorang ibu dari lima orang anak yang baru saja sembuh dari sakit tapi malah menangis sedih. Anak-anaknya mengira ibu mereka menangis karena beban biaya rumah sakit yang harus ditanggung.
Ternyata bukan. Ibu itu menangis karena merasa bersyukur setelah berpuluh-puluh tahun menghirup oksigen secara gratis, sementara ketika sakit harus membayar oksigen sekian rupiah hanya dalam beberapa hari.
”Dari kisah ini saya ingin berbagi inspirasi kepada bapak ibu sekalian, betapa beruntungnya kita dapat bernafas tiap detik dan mendapat oksigen secara gratis. Ini perlu kita syukuri karena oksigen merupakan anugerah yang tidak ternilai,” ungkap Supanji.
Saat mendengarkan sambutan ini, seluruh tamu termasuk Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, nampak tercenung. Suasana pun langsung hening sesaat. Supanji kemudian melanjutkan, melihat pentingnya oksigen ini, maka salah satu cara agar oksigen ini tetap terjaga kualitasnya adalah dengan menanam pohon.

”Saya mengajak bapak ibu disini untuk memulai dengan menanam pohon, dari jumlah yang kecil kemudian terus bertambah dan kemudian semakin banyak orang yang menanam pohon,” ungkap Supanji.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi Polda Jawa Tengah yang ikut menghijaukan lingkungan. “Ini merupakan salah satu wujud komitmen Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk terus melakukan pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global. Kami pun menyambut baik kesamaan visi dan misi dari Polda Jateng untuk sama-sama menjaga bumi demi terus terjaganya lingkungan hidup demi masa depan,” katanya.
Pohon yang akan ditanam di lingkungan Polda Jateng ini antara lain jenis Trembesi yang sangat unggul dalam menyerap gas CO2. Satu pohon dewasa mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun. Bentuk pohon seperti kanopi atau payung raksasa ini juga bisa menurunkan suhu udara hingga 4 derajat celcius di bawah kerindangannya.
Tidak hanya menanam Trembesi , BLDF juga akan menanam berbagai jenis pohon seperti pohon pohon Flamboyan, Pule, Tabebuia, Pohon Asem, Pohon Anggur Laut dan Bunga Kupu-Kupu.
Langkah Nyata
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengapreasiasi kerja sama Polda Jateng dan BLDF ini. Hal tersebut merupakan langkah nyata untuk mengurangi dampak pemanasan global.
“Kami melakukan kemitraan ini selain untuk mendukung program penghijauan yang telah dilakukan Djarum Foundation, juga untuk menunjukkan bagaimana elemen masyarakat yang berbeda bisa berkolaborasi untuk lingkungan yang lebih baik,” jelas Kapolda.

Ia mengatakan dengan adanya kerja sama ini, diharapkan lingkungan Polda Jateng dan seluruh kantor polisi yang ada di provinsi ini akan semakin hijau, asri dan menjadi tempat yang nyaman bagi generasi yang akan datang. ”Tentu, langkah kita menghijaukan kantor ini juga bisa diterapkan di provinsi lain,” paparnya.
Selain menanam, jajaran Polda Jateng juga akan mengikuti serangkaian pelatihan pembibitan dan juga perawatan. ”Kami juga ingin belajar dari Djarum Foundation bagaimana kita menjaga lingkungan agar tetap hijau, pembibitan, penanaman dan perawatan pohon”, tutur Kapolda.
Kapolda mengungkapkan ide kerja sama penanaman sebanyak 12 ribu pohon dengan BLDF ini berawal ketika mengunjungi markas Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum beberapa waktu lalu. Saat menengok proses Audisi Bulu Tangkis di GOR Jati Kudus, kompleks industri kelompok usaha Djarum, Rycko sempat dijanjikan bibit pohon. Di kompleks itu, Djarum memang juga memiliki kebun pembibitan tanaman penghasil bibit pohon.

Menurut Kapolda, menanam pohon merupakan satu hal kecil yang mudah dilakukan dalam upaya menjaga lingkungan. ”Menjaga tanah, air, udara, dan manusianya, berhubungan satu sama lain untuk menjaga keseimbangan,” katanya.
Penghijauan seluruh markas kepolisian di Jawa Tengah, menurut Kapolda, hanya menjadi titik awal. Ke depan, kata dia, kepolisian tidak hanya mendapatkan bantuan bibit, namun harus bisa menghasilkan bibit tanaman sendiri. Adapun jenis pohon yang ditanam adalah tanaman berdaun rimbun yang mampu menghasilkan oksigen, sekaligus mengikat karbondioksida. “Saya akan terus mengajak anggota polisi maupun masyarakat untuk menanam pohon demi generasi ke depan dan anak cucu kita,” paparnya. (ari)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





