17 March 2026
Home / Event / KBAM 2024, Meningkatkan Gairah terhadap Bulutangkis

KBAM 2024, Meningkatkan Gairah terhadap Bulutangkis

Tak hanya antusias dalam menulis berita olahraga, khususnya bulutangkis, awak media ternyata juga bergairah ikut serta dalam pertandingan bulutangkis.

Setidaknya itulah yang terlihat dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar-Media (KBAM) 2024 saat babak semifinal dan final, yang diselenggarakan atas prakarsa Djarum Foundation, di The Club Graha Padma, Semarang baru-baru ini.

Para peserta pasangan yang terdiri dari wartawan berbagai media di Jawa Tengah nampak bersemangat bertanding melawan pasangan dari media lain.

Menurut Ketua Panitia KBAM 2024 Darjo Soyat, keikutsertaan rekan-rekan media tahun ini sangat menggembirakan, ada 54 pasang dari 26 media yang ada di Jawa Tengah dan DIY.

 Ini merupakan efek positif dari kegiatan tahun 2022, dimana juara tidak hanya didominasi peserta dari Semarang. Peserta dari Purwokerto, Solo, Kudus dan Rembang masuk juara.

“Mereka jadi lebih percaya diri dan tidak kalah sebelum bertanding dari peserta dari Semarang. Tahun ini dari Purwokerto, Solo, Kudus dan Rembang ada 17 pasang”, tuturnya kepada Padmanews di sela sela pertandingan.

Darjo menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan ini sudah sejak tahun 2007. Konsep awalnya dilaksanakan setiap tahun, dengan tahun genap perorangan dan tahun ganjil beregu. Tapi kemudian karena Covid, tahun 2020 dan 2021 tidak terlaksana. “Tahun 2022 diadakan, tapi 2023 absen, dan tahun 2024 ini digelar lagi”.

Jumlah peserta ada 54 pasang dari 26 media yang ada di Jawa Tengah dan DIY.

Pelaksanaan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2024 diselenggarakan di tiga kota, yakni Zona Indonesia Barat digelar di Jakarta. Zona Indonesia Timur berlangsung di Surabaya, dan Zona Indonesia Tengah berlangsung di Semarang.

Dulu juara-juara di tiga wilayah tersebut akan bertemu di grand final di Kudus. Namun setelah Covid,  tahun 2022 dan sekarang tidak ada grand final, jadi sifatnya regional saja.

Penyelenggaraan di The Club Graha Padma memang baru pertama kali ini. Tadinya digelar di Stadion Trilomba Juang, dan di Magelang pernah dua kali.

Mengenai lokasi event di The Club Graha Padma, Darjo mengemukakan salah satunya adalah atas arahan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin.

Darjo mengakui, kegiatan ini sebenarnya milik Djarum, karena semua konsep dan pendanaan sepenuhnya dari Djarum. “Kami ini hanya sebagai pelaksana, yang diajak kerja sama oleh konseptornya waktu itu, Pak Budi Darmawan”.

Dulu itu, tambahnya, yang dapat hadiah sampai empat semifinalis. Namun sekarang hanya sampai juara tiga saja hadiah diberikan. “Jadi yang kalah dalam perebutan tempat ketiga tidak dapat hadiah”.

Menurut Darjo pribadi memang sebaiknya mereka seharusnya tetap diberikan hadiah. “Karena dalam acara ini sebenarnya tidak hanya sekadar mengejar juara. Apalagi yang datang dari luar kota, sudah menginap, kalau kalah tidak dapat apa-apa kasihan juga”.

Ketua Panitia KBAM 2024 Darjo Soyat.

Acara ini menurut konsepsi awalnya dari Djarum Foundation dan klub PB Djarum adalah keinginan agar kegairahan terhadap bulutangkis di masyarakat perlu ditingkatkan lagi, lewat pemberitaan di media massa.

Tulisan baik straight news maupun indepth news perlu lebih digalakkan memberitakan munculnya bibit-bibit baru di dunia bulutangkis. “Nah di lingkungan awak media juga perlu ditingkatkan kegairahan dalam bulutangkis ini”.

Dengan begitu awak media juga semakin bersemangat dalam penulisan tentang bulutangkis. Tidak hanya di tingkat yang seperti Piala Thomas atau All England, namun juga yang skala kecil seperti perkembangan bulutangkis di pedesaan atau kota kabupaten.

Sebagai panitia sejak awal diselenggarakan, Darjo tentu menemui banyak hal dalam pelaksanaan KBAM ini. Pada awalnya memang ada kendala ketika para peserta dipersyaratkan sebagai anggota PWI atau AJI, dan lainnya.

 “Faktanya masih ada rekan wartawan yang cukup lama di lapangan, tapi belum punya kartu anggota organisasi kewartawanan. Akhirnya kita perbolehkan jika bisa menunjukkan bukti sudah lama melakukan pekerjaan jurnalistik”.

Namun ternyata ada yang memanfaatkannya sebagai celah untuk memasukkan pemain bagus dari klub bulutangkis. “Caranya diakui sebagai awak sebuah media. Hal-hal seperti ini yang butuh tenaga ekstra untuk mengatasinya, meskipun biasanya pada akhirnya kami tolak”.

Diakui olehnya, antusiasme peserta sejak awal cukup tinggi. Sekarang pun menjadi acara yang ditunggu rekan rekan wartawan, karena di tengah tahun biasanya banyak yang bertanya kapan akan diselenggarakan.

 “Namun masih banyak yang menganggap bahwa ini adalah event-nya wartawan olahraga, padahal siapa pun yang berprofesi sebagai wartawan boleh ikut”.

“Jadi sebaiknya memang kalau mau ikut ya daftar saja dulu. Kalau nanti mainnya grotal gratul gak papa. Djarum malah seneng, ooo ini wartawan asli hahaha… Bukan yang mainnya hebat, tapi ternyata wartawan bajakan. Begitulah berbagai permasalahan yang selama ini panitia alami”.

Sehari sebelumnya dalam pembukaan dan babak penyisihan KBAM 2024, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Amir Machmud NS menyampaikan, perjalanan KBAM sejak 2007 telah memberikan dampak yang luas bagi insan pers di Jateng.

Adanya event ini disebutkan telah memberikan spirit berkompetisi sesama wartawan, menjadi sarana silaturahmi, dan menjaring atlet untuk ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Event ini memberikan spirit berkompetisi sesama wartawan, menjadi sarana silaturahmi, dan menjaring atlet untuk ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

”Semoga KBAM tetap menjadi sarana talent scouting munculnya pemain -pemain baru untuk Porwanas,” katanya.

Hasil akhir pertandingan pebulutangkis dari media online Suarabaru.id yaitu Aman Ariyanto/Agus Supriyanto berhasil menjuarai kelompok usia (KU) 45 tahun ke atas.

Aman/Agus yang merupakan unggulan kedua di KU ini, juara setelah dalam final berhasil menaklukkan unggulan pertama Ahmad Muhaimin/Franky Yulianto (Prosekutor).

Sedangkan juara ketiga KU 45 ke atas ditempati pasangan Pemred Suara Merdeka Agus Toto Widiatmoko/Edy Muspriyanto setelah dalam perebutan juara ketiga menang atas Sunarto (Jatengdaily.com)/Udin Saefudin (Awal.id).

Sementara itu, gelar juara KU 25-36 tahun dipegang peserta debutan KBAM Annas Nur Prasetyo/Heri Febrianto (TVRI DIY ) mengalahkan Anang Firmansyah (Detik.com)/Puji Purwanto (Suara Merdeka). Juara III dan IV ditempati Ahmad Nur Aziz/Sumadi (TVRI Jateng), dan  Andi Setyawan /Ardhika Pramudha (RRI Semarang). Di KU 36-45 tahun, duet TVRI Jateng Fentri Susilo Utomo/Hargo Widagdo tanpa kesulitan mengungguli Idhad Zakaria /Yusuf Nugroho (Antara). Juara ketiga ditempati pasangan Darjo Soyat/Iwan JP (Suara Merdeka), dan keempat Dwi Fajar Rakhmawan/Miftachussolichin.(BP)

About Edy