28 April 2026
Home / Education / Meriah RAK 90 tahun : Unity Across Generations

Meriah RAK 90 tahun : Unity Across Generations

‘’Assalamu’alaikum…’’ Begitu kalimat  pertama yang diucapkan belasan penari Saman, Aceh. Tampil perdana di atas panggung perhelatan Reuni Akbar Karangturi (RAK) 90 tahun bertema Unity Across Generations di kampus Karangturi, Kompleks Perumahan Graha Padma, Semarang, langsung membuat 5.000-an lebih peserta reuni terkesima.

Tanpa basa-basi, belasan remaja putri siswa Sekolah Karangturi langsung menggeber tarian Saman yang terkenal sangat rancak dan dinamis. Lengkap dengan busana khas Aceh mereka demikian tepat membawa tarian yang  embutuhkan kerja sama yang super ketat itu.

Assalamualaikum kame ucapkan kebandum

rakan jame bantekan

Salammualikum bo intan bule, lon meu beri

saleum, tuare linka

Salammualikum bo intan bule,lon meu beri

saleum, tuare linka

Karena saleum nabi kheun sunnah, jaroe ta

mumat syarat mulia…

Karena bentuknya medley, begitu tari Saman selesai, panggung itu langsung diisi para penari Ondel-ondel. Di panggung lengkap dengan dua boneka besar, kembang manggar, dan iringan musik tanjidor.

Rampung tarian dari Betawi (Jakarta), disusul tari Jaranan (jaran kepang) :

Jaranan . .. Jaranan

Jarane jaran teji

Sing numpak ndoro Bei

Sing ngiring poro abdi

Cek cek nong … cek cek gung

Jarane mlebu ning lurung….

Berikutnya tari Dayak, tari Yamko Rambe Yamko, dan tari Bali. Aplaus penonton membahana. Bahkan banyak yang standing aplaus karena medley lagu dan tari dari sejumlah daerah di Nusantara itu berhasil dibawakan secara apik, rancak, dan meriah.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Panitia RAK 90 sangat jelas. Karangturi itu Indonesia  anget. Karangturi itu

nasionalis banget. Karangturi itu NKRI harga mati. Hal itu juga terlihat saat Kepala Sekolah Nasional Karangturi,

Samuel Budiana menyampaikan pidatonya. Bahwa, Karangturi adalah benar-benar sekolah nasional yang berwawasan global.

Saat memimpin doa bersama, kepala sekolah yang mengenakan baju lurik itu didampingi para guru agama

yang ada di Karangturi, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Doa yang diucapkannya pun sangat universal.

Dalam reuni itu terkumpul dana Rp 2,8 miliar. Untuk beasiswa Rp 580 juta, donasi 2,3 miliar, dan ada sisa Rp 72 juta. ‘’Kalian semua luar biasa. Ini reuni untuk berbagi karya, berbagi suka, dan berbagi berkat,’’ kata Yuliana, ketua Ikari pusat.

Gaoknya Sudah Kembali

‘’Gaoknya sudah kembali,’’ begitu Harjanto Halim, Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi, saat memberi sambutan.

Harjanto Halim (Liem Tun Hian) meminta agar para ‘’gaok’’ sebutan alumni Karangturi untuk pulang ke rumah. Maksudnya yang sukses baik di dalam maupun di luar negeri, untuk ikut membantu mengembangkan Sekolah Nasional Karangturi.

‘’Saya panggil gaok pulang. Gaok pulang ke rumah. NKRI harga mati. Ingat RAK 100 tahun pada tahun 2030 diserahkan ke angkatan 96 yang jadi panitia,’’ kata alumnus 1984 yang mengenakan baju koko dan berpeci warna merah.

Sebutan gaok untuk para alumnus Karangturi, menurut seorang peserta reuni, Tri Hartiningsih (angkatan 70), karena bagian depan atas gedung sekolah mereka saat masih di Sidodadi, ada patung burung gaok atau gagak.

‘’Saya sekolah di Karangturi saat kampusnya masih di Sidodadi. Di atas bagian depan gedung sekolah kami ada patung burung gaok. Di kampus Sidodadi itu untuk sekolah dari kelas 0 sampai SMA,’’ kata pemilik biro iklan  rinitas Semarang.

Ya, sekitar 5.000 alumni yang tersebar di 15 negara meramaikan Reuni Akbar (RAK) 90 Tahun Sekolah Nasional Karangturi pada Jumat-Sabtu (31/1-1/2-2020). Termasuk sejumlah alumni lintas angkatan yang sukses di berbagai bidang, seperti orang terkaya di Indonesia yang juga Bos Djarum Robert Budi Hartono dan Michael Bambang  Hartono. Keduanya merupakan alumni angkatan 1960.

Ada bos jamu Sido Muncul Irwan Hidayat, Maria Selena merupakan Putri Indonesia yang mewakili ajang Miss Universe 2012 di Los Angeles Amerika Serikat, hingga penyanyi Astrid.

Reuni yang digelar di lingkungan sekolah di kawasan Graha Padma Semarang ini juga menggelar bazar kuliner terbesar di Kota Semarang dengan menyediakan  120 tenant yang didukung ACMS (Aku Cinta Makanan

Semarang), atraksi barongsai, fun walk, dan peluncuran member merchant Ikari (Ikatan Alumni Karangturi).

Ketua Panitia RAK 90, Hernilam Nusantara mengatakan, tujuan reuni untuk menyatukan para alumni Sekolah

Nasional Karangturi setelah 90 tahun berpisah. Hadir pula alumnus tertua dari angkatan 1938, Lauw Ling Tjhoen yang usianya sudah 100 tahun.

‘’Sekitar 500-an alumni yang hadir juga datang dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Belanda,

Taiwan, Australia, Singapura, Korea Selatan dan, Malaysia,’’ jelas Hernilam. Dia menambahkan, Alumni Sekolah Nasional Karangturi juga menyiapkan beasiswa senilai Rp 580 juta bagi mahasiswa yang akan berkuliah di Universitas Nasional Karangturi. Hal itu sebagai bentuk dukungan alumni terhadap almamaternya yang belum lama ini mendirikan Universitas Nasional Karangturi di Semarang.

“Universitas Nasional Karangturi ini baru berdiri pada 2018. Kita adakan beasiswa bagi mahasiswa yang mau

kuliah di Universitas Karangturi.”

Dijelaskan, Universitas Nasional Karangturi berada di bawah Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi. Sebelum mendirikan perguruan tinggi, yayasan itu sudah mengelola pendidikan formal dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.

Hernilam menuturkan, reuni akbar bertajuk ‘’Unity Across Generations’’ digelar pertama kalinya dan mengundang seluruh alumni sekolah swasta tertua di Kota Semarang itu, mulai angkatan 1929 hingga 2019. Penasihat Ikatan Alumni Karangturi (Ikari) Harsono Enggalhardjo menambahkan, sejak dibentuk pada 1993 silam, Ikari sempat vakum cukup lama, dan kini bangkit kembali dengan menggelar reuni akbar 90 tahun. ‘’Kami ingin mencatat dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya alumni Karangturi, menyatukan kembali para alumni, bukan sekadar temu kangen, tapi peduli dan berbagi pada almamater dan juga bagi masyarakat luas,’’ ungkap Harsono. Menurut Hernilam, pada RAK 90 juga diluncurkan member merchant Ikari yang bertujuan untuk menyatukan bisnis yang dimiliki oleh alumni Karangturi. (ali)