28 April 2026
Home / Inside / Tentang Urbane Indonesia

Tentang Urbane Indonesia

Urbane sebenarnya singkatan dari urban evolution. Perusahaan ini didirikan oleh Ridwan Kamil (kini Gubernur Jawa Barat) bersama tiga orang, Achmad Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan P Darwis. Ini setelah Ridwan Kamil bekerja di sebuah firma arsitektur lansekap internasional, EDAW (San Fransisco dan Hong Kong).

Ketika bekerja di EDAW, Ridwan juga pernah memenangkan kompetisi. Suatu saat ia bertanya kepada si bos, berapa sih biaya kalau bikin proyek seperti itu? Dijawab sekian, Ridwan menyatakan, “Wah saya bisa bikin dengan biaya seperempatnya di Indonesia”. Si bos kemudian menyuruh dia mengerjakannya.

Itulah cikal bakal di Bandung (tahun 2004). Mulai mengerjakan berbagai proyek sampai akhirnya punya kantor sendiri. Karena proyek-proyek itulah maka portofolio Urbane pada awal-awal berdiri merupakan pekerjaan di luar negeri semua. Menurut Ridwan, sebenarnya arsitektur di Indonesia itu canggih, problemnya justru di urban design. “Bagaimana kita ketemu jalan, bagaimana jalan ketemu taman, bagaimana trotoarnya”. Inilah latar belakang pemikiran yang melahirkan Urbane.

Kemudian Urbane pelan-pelan mulai dapat klien di Indonesia. Yang tadinya cuma pekerjaan arsitektur, kemudian berkembang juga dalam pekerjaan urban design. Kepada klien, setelah menyampaikan desain urban dan kemudian

meletakkan posisi gedung ikon, biasanya pihak Urbane juga akan menawarkan diri sebagai perancang dan pembangun gedung tersebut, karena merekalah yang paling tahu kebutuhan tehadap gedung itu.

Selain itu Urbane juga berkembang ke pelayanan desain interior. Juga membuka divisi pengabdian masyarakat, yang membantu penyaluran CSR klien. Di antaranya adalah public space Babakan Asih Bandung dan proyek British Council di Wakatobi.

Adapun klien urban design di antaranya adalah Citraland, Bintaro Jaya, Intiland, dan Jababeka. Sementara klien arsitektur adalah Bakrie dan Royal Surabaya. (bp)