Keberadaan alat berat menjadi salah satu hal penting dalam proyek perumahan. PT Graha Padma Internusa, sejak awal pembangunan proyek yakni pada 1996 sudah memiliki beberapa alat berat sendiri.

Kepala Bagian (Kabag) Infrastruktur PT Graha Padma Internusa Prasetyo Budi (54) mengatakan, alat berat merupakan salah satu kekuatan developer dalam mengembangkan proyek pembangunan termasuk perumahan.
Fungsinya begitu banyak, mulai dari semua pekerjaan infrastruktur, penataan saluran, penataan badan jalan sesuai posisinya, talud, hingga penataan lahan yang akan siap dibangun. “Semua pekerjaan itu alat-alat berat yang bekerja. Sehingga menjadi hal yang sangat penting keberadaannya bagi para pengembang,” tegasnya.
PT Graha Padma sendiri memiliki beberapa alat berat. Sejak tahun 1996 hingga tahun 1997 awal sudah memiliki tiga alat berat yakni Excavator (Backhoe) PC 200, Bulldozer hingga Vibro (alat pemadat). “Dulu awal-awal kita sempat rental, tetapi tahun 1996 awal, kami memiliki sendiri ,” jelas pria yang akrab disapa Pak Budi ini.

Laki-laki kelahiran 15 Juli 1965 ini menceritakan, sejak memiliki alat-alat berat sendiri, manfaatnya sangat banyak. Bahkan, saat dibutuhkan untuk pekerjaan mendesak seperti pembersihan / perbaikan saluran, alat berat siap diterjunkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejak awal dalam proses pengembangan, kawasan perumahan Graha Padma juga terencana dengan baik sesuai rencana awal.

Ia mencontohkan dalam pembangunan jembatan layang yang menjadi pintu masuk kawasan perumahan. Jembatan layang ini, kini sangat terasa manfaatnya, karena sebelumnya warga harus melintasi rel kereta api.
“Bayangkan, apabila tidak ada jembatan layang dan masuk harus melintasi rel kereta api, perjalanan akan tersendat ketika kereta api lewat,” paparnya.
Jembatan layang tersebut, menurutnya, merupakan salah satu contoh kerja dari alat berat. Tidak asal membangun saja tetapi alat berat bisa bekerja setelah ada stake out gambar dari site plan (rencana tapak) ke lapangan, baru kemudian alat berat bekerja. Mulai pengukuran, saluran air, jalan.
“Atau istilahnya adalah suatu model pengukuran yang digunakan untuk menentukan lokasi koordinat suatu titik di lapangan,” jelasnya.
Tambah Alat Berat
Pada tahun 2013 terjadi penambahan alat berat yang awalnya tiga bertambah menjadi lima alat berat. Yakni penambahan dua Excavator PC 20 dan Excavator PC 45.

“Hal ini menjadi bukti keseriusan kami dalam membangun kawasan yang aman dan nyaman.,” ujar Budi yang juga membawahi Kabag Utilitas dan Surveyor PT Graha Padma ini.
Selain multifungsi dalam kegunaannya sebagai pembangun infrastruktur, keberadaan alat berat ternyata juga berfungsi mencegah banjir di Kawasan Perumahan Graha Padma.
Ia menambahkan dengan adanya alat berat ini, mampu menjaga saluran-saluran sungai (kanal) yang ada di perumahan agar terpelihara. Misal saat terjadi sedimentasi maka harus dinormalisasi.
“Normalisasi ini rutin dilakukan setahun bisa dua kali, agar menjaga kedalaman sungai sehingga air bisa mengalir dengan lancar,” ujarnya.
Terlebih ketika musim hujan, alat berat khususnya Excavator siap selama 24 jam untuk menjaga adanya sampah yang tersumbat atau menumpuk. Seperti menjaga di kanal saluran Pekerjaan Umum Kota (PUK) yang berada di tengah perumahan Graha Padma. PUK ini biasanya ketika musim hujan banyak sampah sehingga harus dikeruk dengan backhoe.

“Karena saluran PUK merupakan kanal yang menghubungkan Kali Tambakharjo yang tembusnya di wilayah warga Purwoyoso. Sehingga sampah-sampah mengalirnya kesini,” paparnya
Selain saluran PUK, yang juga diperhatikan dan perlu dirawat adalah saluran di sisi sebelah barat perumahan yakni Kali Jumbleng yang airnya dari hulu Tambak Aji (Walisongo). Selain itu juga Kali Manis yang menghubungkan PUK dengan Kali Jumbleng serta di ujung Utara perumahan ada Kali Gendong yang menghubungkan PUK dengan Jumbleng yang juga perlu dirawat.

“Sampai sekarang ini selama kurang lebih 24 tahun Kawasan Perumahan di Graha Padma tidak pernah banjir,” tegasnya. Di kawasan ini juga ada beberapa sembilan titik pompa, tetapi hingga sekarang ini pompa ini belum pernah sama sekali digunakan. ”Karena saluran air sudah berjalan dengan lancar. Hal ini menjawab stigma bahwa tinggal di kawasan bawah rawan banjir. Tetapi sejak 1995 Perumahan Graha Padma tidak pernah banjir,” ungkapnya. (Ari)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





