1 April 2026
Home / Event / Open House, Graha Padma Ajak Konsumen Pesta Bubur

Open House, Graha Padma Ajak Konsumen Pesta Bubur

Menyediakan sajian pesta dengan berbagai menu makanan seperti Chinese dan Western sudah biasa terjadi. Tetapi, pesta dengan menyajikan berbagai menu tradisional Indonesia yakni berupa bubur, jarang ditemukan.

Namun inilah yang dikemas oleh PT Graha Padma Semarang saat mengadakan open house dengan konsep “Pesta Bubur” di Kantor Marketing Gallery Graha Padma Jalan Taman Anyelir Lantai I Graha Padma Semarang, Minggu, (28/5).

Pesta bubur yang dibuka mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB sore tersebut mendapat sambutan positif dari para tamu undangan yang hadir. Tidak sedikit para tamu undangan datang bersama sanak family. Mereka hadir guna menikmati kuliner tradisional peninggalan orang Jawa tersebut.

Adapun pesta bubur yang disiapkan diantaranya Bubur Sumsum, Bubur Candil, Bubur Mutiara dan Bubur Telo dan menu makanan ringan lainnya yang dikemas dengan konsep santai. Para pengunjung pun bisa memanfaatkan momen open house ini untuk melihat sejauh mana perkembangan produk-produk Graha Padma dan bisa langsung berinteraksi dengan tim pemasaran.

Kepala Marketing PT Graha Padma Semarang Nurwindhia Buntario mengatakan, tujuan kegiatan open house dengan konsep Pesta Bubur ini yakni perusahaan ingin memperkenalkan kepada customer tentang perkembangan produk-produk  yang ada di Graha Padma.

“Kami ingin menunjukkan kepada konsumen, bahwa perkembangan pembangunan kita sampai dimana agar konsumen bisa meng-update. Sampai sejauh ini ternyata banyak konsumen baru, yang belum pernah melihat di Graha Padma,” kata Nurwindhia saat ditemui di sela-sela open house.

Momen Tepat

Menurutnya, momen ini sangat tepat. Sebab, kata pria yang akrab dipanggil Pak Nur ini, momen ini dilakukan usai gelaran Pemilu 2019  sehingga suasananya sudah kondusif. ”Konsumen mulai memutuskan untuk membeli dan datang untuk melihat serta mempertimbangan membeli rumah yang ada di Graha Padma.”

Mengenai tema pesta bubur, juga diakuinya unik, karena biasanya kalau open house suguhannya menu barat atau Tiongkok. Namun kali ini , memilih makanan tradisional yang  sempat terlupakan salah satunya adalah bubur.

“Kami saat kegiatan seperti ini bukan hanya ingin memperkenalkan konsumen pada cluster baru, tapi juga mengingatkan ada juga menu tradisional yang enak untuk dinikmati dengan ciri dan menu khas Jawa Tengah dari banyak daerah, seperti Bubur Sumsum, Candil, Mutiara dan Telo,” ungkapnya.

Salah satu tamu undangan Markus (45), yang hadir bersama keluarga menyampaikan, kegiatan open house dengan konsep pesta bubur sangat menarik. Menurutnya dengan hidangan yang disajikan berupa berbagai macam bubur membuat suasana tampak santai serta membaur. “Suasana juga lebih cair lebih santai. Menunya juga sangat enak untuk dinikmati secara bersama-sama,” katanya.

Michael Ruata yang juga tamu undangan warga Tanah Mas menyampaikan kegiatan ini benar-benar beda dari biasanya. Menu tradisional yang jarang ditemui di pesta ini membuat suasana keakraban, baik antara tamu undangan dan para marketing. Hal ini tampak banyak tamu undangan selain menikmati menu makanan, juga memanfaatkan moment ini dengan menanyakan perkembangan cluster-cluster yang ada di Graha Padma.

“Saya harap pesta seperti ini sering-sering diadakan di lingkungan Graha Padma,” harapnya.

Nurwindhia menambahkan, sampai saat ini perkembangan pembangunan di lingkungan Graha Padma sudah sesuai rencana. Misalnya saja dari yang sebelumnya masih tanah kosong sekarang sudah dibangun cluster-cluster.

”Pada open house ini, konsumen bisa melihat per cluster yang kami bangun sudah mulai penuh, seperti Cluster Rafflesia sudah 70 persen terjual, lingkungan sudah mulai terbentuk. Ada juga Cluster Taman Lavender untuk rumah-rumah kecil sudah mencapai 30 persen ditempati,” jelasnya.

Sementara untuk cluster baru yaitu Taman Anggrek yang tahun ini dibuka, sekarang sudah terealisasi untuk pembangunannya, bahkan sudah serah terima pekerjaan sekitar 20 persen. ”Hari ini mereka juga mulai melihat ke lokasi untuk cluster-cluster tersebut,” tambahnya.

Siap Huni

Tim marketing juga menginformasikan pada calon konsumen, jika mereka ingin rumah dalam waktu dekat, disediakan rumah-rumah yang siap huni atau ready stock 100 persen jadi. Di cluster-cluster yang sudah ada seperti Alamanda dan Avonia,  sudah siap jadi mereka tinggal melihat. Jika cocok dengan desain, bangunan, tata ruang dan lingkungan, maka mereka bisa segera menempati.

Cluster di Graha Padma, mulai dari depan, ada Magnolia, Grandis, Oleander yang sudah 100 persen terjual, kemudian ada Taman Anyelir tinggal satu rumah stok. Lalu Cluster Adenia, Alamanda dan Avonia.

“Kalau rumah-rumah kecil kita menyediakan di Cluster Lavender dan ada beberapa di Alamanda. Untuk tipe terkecil kita mulai range harga dari Taman Lavender sekitar Rp 700 jutaan, kedua di Taman Rafflesia mulai dari Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Di Taman Anggrek dengan rumah 2 lantai tipe terkecil namanya tipe Disa denga harga Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Kemudian, Rafflesia mulai Rp 1,3 miliar. ”Tidak ada tipe paling tinggi (unlimited) jika konsumen menghendaki mau custom, mau ambil di ring luar, mereka mau ambil yang seberapa besar. Kami juga melayani job order untuk di luar cluster jika konsumen punya desain sendiri,” jelasnya.

Menurutnya Graha Padma merupakan pilihan tepat sebab lingkungan hunian sangat nyaman, lengkap dan terpercaya. Kemudian berada di kawasan tengah kota dan bebas banjir dan bebas polusi. (ari)

About Edy