
Kini, bermain sepak bola di lapangan rumput hijau tidak hanya bisa dilakukan oleh manusia, tapi beberapa robot yang didesain ternyata juga bisa memainkan olah raga yang digemari banyak negara tersebut.
Meski harus susah payah jatuh bangun untuk menendang bola ke arah gawang lawan. Namun, dengan kecerdikan tim pendamping atau pencipta robot akhirnya robot dengan ukuran setengah meter tersebut dapat didesain menjadi para pemain bola yang handal.
Hal itu yang terlihat dari salah satu cabang lomba dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 yang di selenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bertempat di Sport Center Graha Padma Semarang, baru-baru ini.
KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diikuti lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.
Adapun cabang lomba KRI Nasional 2019 terdiri dari enam kategori. Lima diantaranya telah lama dipertandingkan yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda. Satu kategori baru yang hanya dipertandingkan pada tingkat nasional yakni Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).
KRI 2019 resmi dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Dr. Didin Wahidin.
Ia menyatakan kegiatan ini sebagai kontes dalam menguji coba robot agar memudahkan kerja manusia. Ia berharap agar perkembangan teknologi di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. “Saya menekan bahwa perkembangan teknologi di Indonesia harus diabdikan kepada kepentingan manusia dan kemanusiaan,” ujarnya.
Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, menyampaikan, pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) telah mempercayai Udinus untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini.
Menurutnya, pada tahun ini terdapat divisi baru yang akan memudahkan para petani dalam menanam hingga memanen padi. “Kegiatan ini bukan hanya permainan semata, namun ke depannya jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari akan sangat bermanfaat. Seperti pada Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) memiliki tema pertanian jika dipraktekkan pada dunia pertanian akan sangat bermanfaat sekali,” ujarnya.
Tim Terbaik
Sementara itu Ketua Pelaksana Dr. St. Dwiarso Utomo, menambahkan para peserta yang mengikuti KRI tingkat Nasional di Udinus 2019 merupakan tim terbaik dari kontes robot tingkat regional. Regional dipecah menjadi 4 regional dan berdasarkan wilayah yakni regional 1 meliputi area Sumatera, regional 2 meliputi Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan Sulawesi, regional 3 meliputi Jawa bagian tengah Kalimantan bagian timur dan selatan dan regional 4 meliputi Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
“Setiap tim berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya dan terlihat seluruh tim terus memperbaiki robotnya agar dapat maksimal saat bertanding,” jelasnya.
Setiap divisi memiliki gaya permainan yang berbeda, satu diantaranya di divisi KRSBI-Humanoid maupun KRSBI-Beroda dimana robot yang dapat mencetak skor terbanyak keluar sebagai juara. Sedangkan untuk KRAI, tim yang mendapatkan poin tertinggi keluar sebagai juara.
Sebelumnya, kegiatan pembukaan tersebut ditampilkan berbagai pertunjukan mulai dari permainan e-Gamelan Udinus yang pernah tampil di UNESCO, tari-tarian hingga penampilan robot Warak Ngendog yang menjadi maskot dalam acara KRI Tingkat Nasional pada tahun ini.
Dalam event tersebut, Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih juara umum dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2019. Berbagai juara lomba juga diumumkan dan terdapat juga penyerahan piala kepada para juara di setiap divisi.
Diantaranya, pada ajang KRAI Juara 1 dimenangkan oleh tim GARUDAGO – Institut Teknik Bandung, Juara 2 diraih oleh tim Maestro_evo – Universitas Negeri Yogyakarta, Juara 3 diraih oleh tim RISMA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Juara Harapan berhasil diraih oleh tim URT-RUNTHEWAY – Universitas Islam Sultan Agung. Kemudian untuk kategori Desain Terbaik diraih oleh tim E11_TORO – Universitas Dian Nuswantoro, serta untuk Strategi Terbaik diperoleh tim GARUDAGO – Institut Teknologi Bandung
Ajang KRPAI Juara 1 berhasil diraih oleh tim DOME – Universitas Muhammadiyah Malang, Juara 2 diraih oleh tim EILERO – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Juara 3 dimenangkan oleh tim EWS ANDROMEDA – Universitas Diponegoro, kemudian Juara Harapan diraih oleh tim DEWAYANI – Universitas Negeri Surabaya. Kemudian untuk kategori Desain Terbaik diraih tim MR. COOL MKS – Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, serta Strategi Terbaik : DOME – Universitas Muhammadiyah Malang.
Ajang KRSBI Beroda Juara 1 diraih oleh tim IRIS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Juara 2 diperoleh tim Gerhana Dewaruci – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Juara 3 dimenangkan oleh tim ERSOW – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, juara Harapan berhasil diraih oleh tim DAGOZILA – Institut Teknologi Bandung. Kemudian pada kategori Desain Terbaik dimenangkan oleh tim IRIS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta tim IRIS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember memenangkan Strategi Terbaik.
Ajang KRSBI Humanoid juara 1 diraih oleh tim BARELANG – Politeknik Negeri Batam, Juara 2 dimenangkan oleh tim EROS – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Juara 3 diperoleh tim Krakatau FC – Universitas Teknokrat Indonesia, dan Juara Harapan diraih oleh t AL-‘AADIYAT – Universitas Negeri Yogyakarta. Kemudian pada kategori Desain Terbaik dimenangkan oleh tim Krakatau FC – Universitas Teknokrat Indonesia, serta Strategi Terbaik diraih oleh tim EROS – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Ajang KRTMI Juara 1 diraih oleh tim TENOKER_IR64 – Politeknik Negeri Jember, Juara 2 diperoleh tim ABHINAYA – Universitas Negeri Yogyakarta, Juara 3 dimenangkan oleh tim PAGGALUNG_MP – Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Juara Harapan diraih oleh tim EURO_01 – Universitas Bhayangkara Surabaya. Kemudian kategori Desain Terbaik diraih oleh PANGGALUNG_MP – Politeknik Negeri Ujung Pandang, serta Strategi Terbaik diraih oleh tim TANOKER_IR64 – Politeknik Negeri Jember. Sedangkan pada ajang KRSTI juara 1 diraih oleh VI-ROSE – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, juara 2 diraih oleh Lanange Jagad – Universitas Ahmad Dahlan, juara 3 dimenangkan oleh RATARO 04 – Universitas Tadulako, juara harapan diraih oleh tim ERISA – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kemudian untuk kategori desain terbaik dan strategi terbaik diraih oleh tim VI-ROSE – Institut Teknologi Sepuluh Nopember. (Ari)
Padmanews.Id Online Lifestyle News





