25 October 2021
Home / Top News / Wisata ke Jepang: Menikmati Tokyo – Kyoto

Wisata ke Jepang: Menikmati Tokyo – Kyoto

Jepang. Negeri Matahari Terbit ini selalu menarik untuk dikunjungi. Di tengah kemajuan dan perkembangan kehidupan dan teknologinya yang modern, kehidupan dan ritual tradisional juga terpelihara secara harmonis.

Gabungan keduanya, ditambah kondisi alam yang indah serta kemampuan untuk merawat objek-objek wisata dan keterlibatan warga dalam aktivitas pariwisatanya, membuat turis merasa nyaman bepergian ke setiap sudut dan pelosok Jepang.

Kami sekeluarga menikmati perjalanan ke Tokyo dan Kyoto. Menjelajah dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang menunjukkan kemodernan Jepang, memasuki kawasan tradisional, dan tentu saja tidak lupa mencobai berbagai sajian kuliner.

Kami menikmati pemandangan Kota Tokyo dengan menaiki Tokyo Tower, yang memiliki ketinggian keseluruhan 332,6 meter. Menara ini menjadi landmark kota, dan ramai dikunjungi wisatawan. Di Tokyo Tower terdapat observatorium utama yang terletak di ketinggian sekitar 150 meter dan observatorium khusus yang berada di ketinggian 250 meter. Pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional, “tangga naik” menuju observatorium utama dibuka

Di Tokyo, kami juga berkunjung ke showroom mobil terbesar di Jepang, Showroom Toyota Mega Web.Yang istimewa, Mega Web bukan tampil sebagai showroom konvensional, melainkan menjadi gedung pameran. Gedung ini bukan hanya menampilkan mobil yang saat ini dijual saja, tapi juga mobil-mobil kuno Toyota, mobil balap, mobil konsep, hingga teknologi-teknologi yang dimiliki oleh Toyota.

Area pun dibagi berbagai segmen mulai dari area global product yang memamerkan mobil-mobil Toyota yang terkenal di seluruh dunia, area safety yang menampilkan teknologi keamanan Toyota, area environment yang menampilkan teknologi yang ramah lingkungan hingga teknologi terkini yang dipamerkan di area smart mobility.

Mega Web yang berada di Odaiba, Tokyo merupakan tempat yang menggantikan peran showroom legendaris Amlux. O iya, bagi penggemar Gundam, di daerah Odaiba itu ada patung Gundam raksasa yang bisa dijadikan objek untuk berfoto.

Tak hanya di Kyoto yang merupakan kota kuno, Tokyo  juga memiliki banyak kuil menarik. Salah satunya adalah Kuil Sensuji yang ada di kawasan Asakusa. Area rumah ibadah ini disebut-sebut sebagai kuil tertua di Tokyo, dan dibangun sekitar tahun 628.

Bagian kuil yang banyak menarik perhatian berada di pintu gerbangnya yang bernama Kaminari Gate. Di sana tergantung sebuah lampion yang begitu besar, beratnya lebih dari 600 kg, panjangnya mencapai 4 meter, lingkar lampion 3,4 meter, hingga tampak menutupi setengah bagian pintu gerbang. Lampion tersebut berwarna merah dengan nama Kaminari Gate dalam bahasa Jepang tertulis di bagian depannya. Lampion ini jadi tempat ramai untuk berfoto.

Setelah berfoto, pelancong bisa berjalan di Nakamise. Ini adalah sebuah jalan kecil sepanjang 200 meter yang menghubungkan gerbang utama dengan gerbang kedua kuil. Nah, di Nakamise banyak terdapat toko-toko di mana pengunjung bisa icip-icip jajanan khas Jepang dan belanja suvenir.

Bagi yang membawa anak-anak, tentu jangan melewatkan untuk berkunjung ke Disneyland Tokyo. Dibangun di lahan seluas 46 ha, Disneyland Tokyo merupakan resort rekreasi Disney pertama yang dibangun di luar Amerika. Dan tentu saja kita akan menjumpai semua karakter komik dan film kartun Disney di lokasi wisata tersebut.

Ke Kyoto

Usai menikmati suasana modern di Tokyo, kami melanjutkan perjalanan ke kota kuno Kyoto. Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto dan tentu saja Osaka, kami tempuh dengan menggunakan kereta peluru (sinkansen). Kami menggunakan Sinkansen Hikari yang menempuh jarak sekitar 500 km dengan waktu 2 jam 40 menit. Ada pun kereta sinkansen tercepat, Nozomi menempuhnya dengan waktu 2 jam 20 menit.

Yang luar biasa dari sinkansen ini selain kecepatannya, adalah tidak ada suara dan guncangan sama sekali. Bahkan ketika baru berjalan pun tidak terasa, tahu-tahu ternyata sudah melaju kencang. Perjalanan ini tersuguhi pemandangan Gunung Fuji yang ikonik di sisi kanan kereta.

Di Kyoto kami mengunjungi Kuil Yasaka yang berada di sisi timur Shijo-dori yang merupakan salah satu jalan utama di Kyoto. Bersebelahan dengan Taman Maruyama yang dihiasi indahnya tanaman bunga sakura. Adanya beragam festival yang diadakan setiap bulan membuat kuil ini selalu ramai oleh peziarah sepanjang tahun. Selain itu, gerbang kuil tetap dibuka walaupun matahari sudah terbenam, sehingga pengunjung juga bisa berziarah di malam hari. Kami menyewa kimono untuk lebih merasakan nuansa ritual di dalam kuil.

Kuil Yasaka juga dikenal sebagai kuil percintaan terbesar di Kyoto. Pasangan suami istri dewa bernama Susanoo no Mikoto dan Kushinada Hime no Mikoto dipercaya bersemayam di kuil ini. Keduanya dipercaya memiliki kekuatan cinta yang besar karena hubungan mereka yang sangat baik.

Sementara di Osaka kami tidak melewatkan wilayah Dotonbori, yang merupakan salah satu pusat pertokoan di Osaka dan juga nama wilayah di mana pusat pertokoan tersebut berada. Selain itu, Dotonbori juga menjadi nama sungai yang mengalir di bagian utara pusat pertokoan ini.

Tidak membosankan berkeliling di Dotonbori seharian penuh karena di sini banyak terdapat kedai, tempat untuk belanja, dan tempat menyenangkan lainnya. Terdapat banyak penjual makanan khas Osaka, yakni takoyaki. Nah di sini jangan pula lupa untuk mencoba kepiting, yang kakinya besar-besar dan berdaging.

Di Jepang memang belum terasa lengkap jika belum mencoba sajian daging sapi istimewanya. Kami mencoba daging sapi Kobe. Secara garis besar, daging sapi Kobe merupakan daging sapi berjenis Wagyu. Namun, tidak semua Wagyu berjenis Kobe.Wagyu berasal dari bahasa Jepang, wa berarti Jepang dan gyu berarti sapi. Wagyu memang sebutan untuk daging sapi yang berasal dari ras sapi Jepang.

Ada empat ras sapi asal Jepang yang dapat menghasilkan daging wagyu, seperti Japanese Black (Kuroge Washu), Japanese Brown (Akage Washu), Japanese Polled (Mukaku Washu), dan Japanese Shorthorn (Nihon Tankaku Washu). Daging sapi Kobe mengarah pada salah satu jenis ras, Japanese Black, yang diternak di wilayah Provinsi Hyogo.

Rasanya? Luar biasa memang, tekstur daging yang lembut serasa lumer di mulut. (BP)