13 June 2024
Home / Inside / Upaya Mengendalikan Air agar Tidak Banjir

Upaya Mengendalikan Air agar Tidak Banjir

Drainase atau saluran air merupakan prasarana yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari satu tempat ke tempat lain, misalnya wadah air, baik yang alamiah maupun buatan. Kelebihan air kemudian dilanjutkan menuju laut, sungai, danau, sumur dan sarana resapan lainnya.

Untuk itu, diperlukan sistem drainase yang baik, khususnya di kawasan yang ramai penghuni seperti perumahan maupun perkampungan. Drainase memiliki peran yang sangat penting di kawasan berpenghuni.

Sistem drainase yang baik membantu mencegah banyak persoalan, seperti mengurangi kemungkinan banjir, mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada.

Sistem drainase bisa dikatakan baik apabila bisa berhubungan secara sistematik antara satu dengan yang lainnya, yang bertujuan agar air mengalir atau berjalan dengan baik.

Itulah sebabnya di Perumahan Graha Padma, sistem drainase ini diperhatikan dan dipelihara secara baik dan rutin. Sehingga ketika musim penghujan datang, bisa mengalirkan air dengan baik.

Estate Manager PT Graha Padma Internusa Diah Ismoyowati kepada Padmanews menjelaskan, fungsi estate management adalah pada maintenance atau pemeliharaan. Salah satunya adalah pada utilitas, di antaranya adalah listrik, telepon, dan saluran.

Khusus untuk saluran, ada saluran air bersih dan saluran air kotor. Saluran yang besar berupa sungai, di antaranya adalah Sungai PUK, Sungai Jumbleng, Kali Manis, Sungai Gendong Silandak, dan Sungai Silandak yang tidak secara langsung melewati perumahan.

“Karena lokasi perumahan ada di wilayah bawah, maka lokasi kami menerima aliran air dari daerah yang lebih tinggi. Itulah sebabnya kita harus mengendalikan aliran air supaya tidak banjir,” jelasnya.

Pemeliharaan terhadap saluran ini dilakukan secara rutin. Sementara jika mulai memasuki musim penghujan ada program sungai bersih. Saluran saluran ini, baik saluran kecil, besar atau konektor, dibersihkan dari sampah sampah dan juga sedimentasi. “Saluran dibersihkan supaya air bisa sampai ke muara,” tutur Diah.

Mengingat ini adalah lokasi perumahan, maka jika menggunakan alat berat akan susah, karena jalannya adalah jalan lingkungan.

“Para pekerja sedang melakukan tugas pemeliharaan saluran (sungai PUK).”

Tim Utilitas

Untuk keperluan perawatan dan pembersihan itu diterjunkan tim utilitas, yang bekerja secara berkala. Mereka juga dibantu oleh tenaga bantuan harian lepas untuk membersihkan sungai dan konektor yang cukup banyak. “Pembersihan mulai dari semak rumput, sampah sampah hingga sedimentasi,” tambahnya.

Untuk mengatasi debit air yang besar, perumahan juga dilengkapi rumah pompa yang berjumlah tiga. Sekarang ini juga dipersiapkan tambahan satu rumah pompa dan pintu air di Blok A Perumahan Graha Padma.

Semakin besarnya debit air dari wilayah atas menyebabkan mau tidak mau harus mengatasinya dengan memperbanyak pintu air dan pompanisasi. “Jika tidak menggunakan sistem pintu air dan rumah pompa, air dari atas itu akan menggenangi Perumahan Graha Padma,” tuturnya.

Tambahan pintu air dan pompa di Blok A sangat perlu mengingat dari bundaran pertama perumahan sampai kantor GPI jika hujan deras air menggenang.

Sehingga dengan pintu air dan pompa ini diharapkan genangan air di area tersebut bisa sesegera mungkin disedot dan dibuang ke saluran.

Hery Adi, staf Estate Management
Perlu kesadaran semua pemangku kepentingan untuk
menjaga kebersihan saluran

Pihaknya sudah mengonsultasikan kepada PSDA DPU Kota Semarang, mengapa debit air PUK menjadi lebih besar, tidak seperti dulu lagi. “Sekarang baru hujan satu jam saja, debit air langsung naik tinggi. Sehingga ketika debit air tinggi, pompa harus menyala,” tuturnya.

Ternyata, penyebabnya adalah perubahan daerah aliran sungai ( DAS ) di atas karena pelebaran Jalan Prof Hamka Ngaliyan. Dan karena deras air, lebar dan kecuraman jalan itu menyebabkan aliran air masuk ke Sungai PUK semua, yang kemudian mengalir ke saluran perumahan.

Sebagai contoh, waktu hujan deras lalu hanya dalam waktu lima menit dari -1,9 langsung menjadi -1,4. “Padahal jika -1,5 pompa harus menyala,” ucapnya.

Artinya, jika dalam waktu sebentar debit naik tinggi berarti itu adalah air kiriman dari atas. Jadi memang harus ada penataan dulu di bagian atas atau hulu. Pihak PT. GPI mencoba berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut

Upaya Koordinasi

Pihak perumahan juga bekerja sama dengan warga perkampungan di sekitar perumahan. Warga perkampungan didukung dengan koordinasi RT untuk menjaga kebersihan saluran saluran di sekitar mereka.

Kepada warga Perumahan Graha Padma, pihak estate management juga menjelaskan situasinya mengapa sekarang ini kalau hujan gampang menggenang.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengalirkan air ini juga terus dievaluasi. Pompa air yang berjumlah tiga juga siap dan jalan semua jika dibutuhkan. “Ketika tiga pompa dirasa masih kurang, kami tambah lagi satu pompa di Blok A itu,” tuturnya.

Aktivitas pembersihan saluran dan perawatan pompa
Penambahan pintu air dan pompa di Blok A

Pihaknya juga selalu mengingatkan kepada petugas penyapu jalan perumahan supaya tidak membuang sampah ke dalam grill. “Kalau perlu petugas penyapu justru membersihkan grill itu, karena kan mereka juga membawa karung bagor,” katanya.

Sementara di lapangan, staf Estate Management, Hery Adi yang tengah mengawasi pembersihan Sungai PUK oleh sejumlah tenaga harian lepas mengungkapkan, upaya pembersihan sungai rutin dilakukan.

“Sampahnya bisa macam-macam. Ada berbagai barang, dahan dan lain lain. Kami harus bersihkan juga rumput rumput sepanjang sungai, supaya air lancar mengalir,” katanya.

Tim juga membersihkan sedimentasi yang menumpuk di dekat rumah pompa di ujung Sungai PUK. (Bp)