26 May 2024
Home / Film / Ini Mengapa Film Spider-Man Spesial

Ini Mengapa Film Spider-Man Spesial

Penggemar nonton tokoh tokoh superhero sekarang ini sangat dimanjakan oleh dua rumah produksi, yakni Marvel dan DC. Berbagai sosok superhero datang silih berganti, beraksi di layar lebar.

Dari DC tampil film film Superman, Wonder Woman, Batman, Aquaman, dan juga gabungan dari para tokoh ini dalam film Justice League. Sementara dari Marvel ada Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, Falcon, dan lain lain. Kemudian ada juga generasi Eternals.

Setelah Sony Pictures bergabung dengan Marvel, maka Spider-Man kemudian menjadi bagian dari The Avengers. Berbeda dengan superhero lain, film film Spider-Man terasa istimewa. Mengapa?

Kalau kita amati kehidupan para tokoh superhero itu seperti kehidupan yang jauh dari kehidupan kita sehari hari. Ada yang dari galaksi lain seperti Thor, yang jetset seperti Iron Man, ada yang misterius seperti Black Widow.

Film film Spider-Man menampilkan sosok yang akrab dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sejak lisensinya masih dipegang oleh Sony, sosok Spider-Man atau Peter Parker lebih terasa membumi. Penuh dengan persoalan yang juga menjadi persoalan kita setiap saat.

Dalam trilogi Spider-Man (2002-2007), selain harus menghadapi Green Goblin, Dr Oc, Sand Man dan Venom, Spider-Man yang saat itu diperani Tobey Maguire juga harus berhadapan dengan problem sehari hari.

Peter Parker digambarkan sebagai pelajar yang peragu. Sehingga meskipun dia naksir berat Mary Jane (MJ), tetapi tidak ada keberanian untuk mengungkapkan. Jadinya hanya dipendam dalam hati. Sementara MJ justru jatuh cinta kepada sosok Spider-Man, tanpa tahu bahwa itu adalah Peter Parker.

Setelah akhirnya mereka bersama pun, problem tidak selesai. Karena ada teman mereka, Harry Osborn, yang juga naksir MJ. Maka kita menyaksikan hubungan persahabatan yang unik dalam cinta segitiga ini.

Spider-Man era Tobey juga akrab dengan tetangga di lingkungan kota. Itu sebabnya dia juga berteriak “your friendly neighbourhood”, membantu mengambilkan kucing, menangkap penjahat dan lain lain.

Dalam dua film The Amazing Spider-Man (2012-2014) yang diperani Andrew Garfield, kita juga masih menyaksikan problem seorang pelajar yang sedih dengan kematian orang tuanya. Ia juga naksir teman sekolahnya, Gwen Stacy, yang juga anak polisi yang selalu mengejar Spider-Man.

Drama itu cukup terasa visualisasinya, selain Spider-Man juga harus bertarung melawan The Lizard, dan kemudian Electro.

Di era Tom Holland, meskipun Spider-Man sudah bergabung dengan tim elit The Avengers, namun masih banyak ruang tentang cerita Peter Parker sebagai pelajar dengan berbagai aktivitasnya. Juga keramaian ketika dia naksir MJ.

Hal hal membumi inilah yang menjadikan film film Spider-Man terasa spesial. Beda dengan sosok superhero lain. Dan yang jelas selalu ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. (Bp)