25 October 2021
Home / Event / Masuk Graha Padma Tanpa Masker Wajib Push Up

Masuk Graha Padma Tanpa Masker Wajib Push Up

Pandemi tak kunjung henti. Kita juga tidak tahu kapan era ini berakhir. Yang harus kita lakukan saat ini adalah law enforcement atau menegakkan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah yakni mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan Sandi Kalono, kepala satuan pengamanan (satpam) Perumahan Graha Padma Semarang. Selasa (26/1/21) pagi, sebagaimana juga rutin dilakukan pada hari-hari tertentu. ”Kami melakukan shock therapy untuk memberi efek jera bagi masyarakat tak bermasker yang masuk ke Graha Padma.”

Dibantu Warsito, Lurah Tambakharjo dan Babinsa Koramil 01 Kecamatan Semarang Barat Sertu Subkhan dilakukan razia khusus masker di main gate (pos utama). Hasilnya, beberapa orang diwajibkan push up sebelum kemudian diberi masker secara gratis untuk dikenakan secara benar. Baru setelah itu diperbolehkan masuk ke kompleks Perumahan Graha Padma.

”Adik-adik dan saudara-saudara wajib push up bukan karena kami kejam. Kami melakukan ini untuk memberi efek jera agar ketika di luar rumah selalu ingat tetap mengenakan masker secara benar. Fungsi masker untuk menutup mulut dan hidung, jadi jangan dipakai untuk menutup dagu atau leher,” kata Sertu Subkhan didampingi Sandi Kalono dan Lurah Tambakharjo, Warsito.

Warsito

Menurut Warsito, selain Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI (Koramil) yang bertugas melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah pedesaan/kelurahan, sebenarnya razia masker juga diikuti Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari unsur Polri.

”Namun pagi ini Pak Babinkamtibmas, yakni Peltu (Pol) Joko Winarno mengikuti kegiatan serupa di tingkat Kecamatan Semarang Barat. Karena sudah teragenda, maka razia di pintu masuk utama ke Perumahan Graha Padma pagi ini tetap kami laksanakan. Kami ingin warga Graha Padma bisa nyaman beraktivitas,” jelasnya.

Lebih lanjut Warsito menambahkan bahwa warga masyarakat di wilayah Kelurahan Tambakharjo sebagian besar sudah sadar akan pentingnya melaksanakan protok kesehatan. Bahkan tiap rumah warga sudah menyediakan tempat cuci tangan berikut sabun.

”Namun ya itu, tamu-tamu dari luar Kota Semarang yang kadang kurang mematuhi protokol kesehatan. Sehingga dengan keberadaan bak cuci tangan, setidaknya tangan para tetamu itu menjadi bersih.”

Menurut Warsito, dari hasil sosialisasi protokol kesehatan selama ini, seluruh toko modern di lingkungan Kelurahan Tambakharjo, termasuk sarana peribadatan, mushola, masjid, gereja, bahkan warung-warung kecil dan angkringan sudah menyediakan sarana cuci tangan lengkap dengan sabun.

Sementara itu Sekretaris Satgas Covid-19 Perumahan Graha Padma Nurwindhia Buntario menyatakan, sejak diangkat oleh pihak Estate Management PT GPI April 2019, pihaknya tetap konsisten untuk mengantisipasi dan menjaga warga di lingkungan perumahan terhadap kemungkinan terpapar Covid-19. 

”Kami selalu update informasi dengan cara berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan Tambakharjo dan Kecamatan Semarang Barat. Selain itu kami juga selalu melaporkan kegiatan penyemprotan lingkungan yang dilakukan petugas sesuai petunjuk pemerintah, yakni petugas penyemprot mengenakan APD lengkap.”

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga memprakarsai Estate Management (EM) PT GPI Peduli. Selain itu juga mengumpulkan sembako dari warga yang ingin menyumbang terutama kalangan dari pengusaha untuk diberikan kepada warga yang terdampak pandemi dan keluarga yang anggotanya terpapar Covid-19. (Ali)