25 October 2021
Home / Art / Konser MLTR Semarang, Nostalgia lintas generasi

Konser MLTR Semarang, Nostalgia lintas generasi

Konser panggung Michael Learns To Rock (MLTR) sukses membius ribuan penggemarnya di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (22/11/2019) malam.

Sebelumnya, sejak sedari sore, sudah nampak antrian panjang penonton yang hendak memasuki Gedung Marina Convention Center (MCC) Semarang.

Meski rela berdesakan, mereka begitu antusias ingin bertemu dengan band asal Denmark itu agar terobati rasa rindunya setelah sekian lama.

Satu demi satu penonton pun mulai memadati ruangan yang bisa menampung setidaknya sekitar 2000 orang lebih.

Hingga tepat pada pukul 19.45 WIB mendadak lampu panggung menjadi gelap. Rupanya band pembuka yakni grup Congrock 17 mengawali perhelatan acara konser.

Dengan melantunkan beberapa tembang khas Semarangan yang bernuansa musik keroncong, grup asal kota Lumpia ini cukup berhasil menghangatkan suasana penonton.

Dalam aksi panggungnya, Congrock 17 tampil selama hampir 20 menit nampak kompak mengenakan pakaian serba hitam yang dibalut kain sarung batik.

Mereka mengemas lagu milik Queen berjudul Bohemian Rapsody yang diaransemen ulang menjadi musik keroncong.

Selain itu, grup yang beranggotakan 14 personil ini sempat pula mengusung lagu penyanyi legendaris dunia Stevie Wonder berjudul I just called to say i love you.

Kemudian pada pukul 20.25 WIB, yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mendadak ribuan penonton berteriak histeris menyambut sosok yang muncul di atas panggung.

Selanjutnya terdengar dentingan suara keyboard yang mengalun lembut disusul tepuk tangan meriah dari penonton.

Jascha Richter, Kare Wanscher, dan Mikkel Lentz mengawali konser bertajuk ‘Michael Learns To Rock Still Asian Tour 2019’ dengan lagu Complicated Heart.

Lalu disusul lagu kedua Sleeping Child yang membuat penonton semakin antusias bahkan kompak bernyanyi bersama menjadikan suasana malam menjadi hangat.

“Halo Semarang…kami senang bisa kembali bertemu. Senang kalian masih mengingat lagu-lagu kami,” sapa Jascha disambut riuh penonton.

Suasana nostalgia pun sangat kental dalam konser yang didatangi dari berbagai lintas generasi. Mulai dari pasangan muda mudi millenial hingga para orang tua.

Bahkan, nampak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingin sang istri Krisseptiana tak mau ketinggalan melewatkan gelaran konser bertaraf Internasional itu.

Penampilan MLTR malam itu semakin menghipnotis penonton dengan tata cahaya yang nampak spektakuler hingga tampilan cuplikan video dari LED screen yang mengagumkan.

Mereka kemudian menghibur penonton dengan lagu Breaking My Heart, Romantic Balcony, I Still Carry On, Take Me to Your Heart, Hold on A Minute, dan You Took My Heart Away.

Belum puas sampai di situ, MLTR kembali mengajak penonton bernyanyi dengan lagu Nothing to Lose. Kali ini dibawakan solo oleh Jascha Richter.

Dilanjutkan dengan lagu berjudul I’m Gonna be Arround dan Out of the Blue yang diiringi gitar akustik oleh Mikkel Lentz dan Kare Wanscher.

Bahkan, dalam sebuah kesempatan Jascha dan Mikkel turun dari panggung untuk menyanyi di dalam kerumunan penonton VVIP.

Sontak sejumlah penonton pun histeris dengan aksi yang dilakukan Jascha dan Mikkel.

Lalu tak mau ketinggalan mereka langsung mengabadikan moment itu untuk berswafoto melalui ponselnya.

“Senang bisa kembali lagi ke sini, Indonesia. Cuacanya sangat cerah. Negara yang cantik,” kata Jascha.

Semakin malam, lagu seperti Someday It’s gonna make sense, Blue Night, 25 Minutes, The Actor, Love Will Never Lie’, Wild Women dan Someday juga dibawakan, menambah suasana malam semakin romantis.

Setelah rampung membawakan deretan lagu andalan nostalgia, akhirnya MLTR berpamitan kepada penonton dan kembali ke belakang panggung.

Lampu panggung pun medadak dimatikan sehingga suasana menjadi gelap dan syahdu.

Alih-alih penonton kembali pulang justru mereka belum mau beranjak dari tempatnya. Lalu mereka pun bersorak.

“We want more! We want more! We want more!” teriak penonton.

Mereka rupanya belum rela jika konser MLTR tersebut harus selesai.

Akhirnya MLTR pun kembali ke atas panggung disusul suara dan tepuk tangan riuh dari ribuan penonton yang setia menanti.

Saat tembang Paint My Love dinyanyikan, penonton pun dibuat meleleh hatinya. Beberapa penonton yang datang bersama pasangannya terlihat berpelukan terhanyut akan suasana.

Lalu, konser pun benar-benar berakhir dengan dibawakannya lagu penutup Thats Why You Go Away.

Penonton kembali berteriak histeris seakan tak mau melewatkan pertunjukan terakhir MLTR lantaran masih ada kerinduan yang melekat.

Dalam penampilan terakhirnya, MLTR pun memberi salam kepada semua penonton disusul dengan tembakan confetti sebagai penanda acara yang digelar oleh Nada Live dan Maxima Production telah berlangsung sukses.

Sementara itu, salah satu penonton asal Semarang Monica (30) mengaku sangat antusias datang ke konser MLTR.

Pasalnya, sejak dari duduk dibangku sekolah dia sudah familiar dengan lagu-lagu milik MLTR. Kemudian ingin melihat secara langsung aksi panggung band idolanya tersebut.

“Seneng banget bisa lihat konsernya dan nyanyi bareng. Dari dulu emang nge-fans dengerin lagunya jadi inget mantan,” jelasnya sambil tertawa.

Di sisi lain, tak jauh berbeda Hadiyanto (66) mengaku ingin bernostalgia mengenang kisah kasih semasa kuliah bersama pasangannya yang hingga kini menjadi teman hidupnya.

Datang jauh-jauh dari Jakarta dia datang ditemani sang istri nampak tak sabar menikmati pertunjukan band legendaris dunia itu. “Saya udah dengerin MLTR sejak zaman kuliah pas masih pacaran sama istri saya  Saya juga hobi nyanyi, salah satu lagu MLTR kadang-kadang saya bawakan yang judulnya Thats Why You Go Away,” ungkapnya.