22 April 2021
Home / Lifestyle / Keakraban Komunitas Pecinta Skuter Semarang

Keakraban Komunitas Pecinta Skuter Semarang

Anggota komunitas skuter dikenal sangat akrab satu sama lain. Misalnya saja jika mereka bertemu di jalan,  masing-masing akan menyalakan klakson atau mengedipkan lampu depan. Kebersamaan dan kehangataan persahabatan ini juga terlihat saat gathering komunitas Scooterist Semarang di Dacon Graha Padma Semarang, baru-baru ini.

Para penggemar skuter ini nampak asyik bercengkerama satu sama lain bertukar pengalaman saat ”momong” skuter. Satu per satu anggota komunitas saling mendatangi rekannya, berjabat tangan kemudian saling melempar canda.

Skuter ini bagi sebagian orang memang memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan bisa diibaratkan seperti kopi, sekali mencicipi akan ketagihan.”Skuter ini unik, klasik dan sarat nilai historis,” ungkap Toni Wijaya Raharjo(34), salah satu anggota Scooterist Semarang ditemui di Dacon Graha Padma.

Maka tak heran ketika para penggemar Skuter ini rela merogoh kocek  yang tidak sedikit guna menyalurkan hobinya. Bahkan, tidak ada patokan pasti harga kendaraan yang sebagian besar dari Italia dan India ini. Bisa mulai dari Rp 5 juta hingga puluhan juta rupiah.

Di Semarang sendiri, komunitas Scooterist Semarang yang menjadi wadah bagi pecinta skuter yang jumlahnya terus bertambah. Saat ini saja sudah tercatat 40 anggota, itu belum penggemar yang tidak tergabung dalam komunitas.

”Komunitas ini terbentuk lantaran kesamaan hobi. Awalnya, kami dipertemukan melalui group Whatsapp, ngajak gabung dan kopi darat, meskipun masing-masing anggota punya komunitas sendiri juga. Kemudian terbentuklah komunitas ini yang anggotanya tidak hanya mengoleksi Vespa tetapi juga ada yang mengoleksi Lambretta,” kata Toni.

”Tujuan dari komunitas ini juga untuk bertukar informasi bengkel dan suku cadang serta bersilaturahim,” lanjut Toni yang memiliki koleksi satu Lambretta DL keluaran tahun 70 dan koleksi 7 Vespa.

Prinsip Orisinalitas

Selain itu, komunitas ini terbangun karena para anggotanya sama-sama memiliki prinsip mengedepankan orisinalitas. “Jadi rata-rata anggota mengoleksi baik Lambretta maupun Vespa yang benar-benar orisinal secara keseluruhan mulai dari bentuk, body, cat hingga spare part di mesin,” kata Toni.

Salah satu anggota komunitas Iwan Saverius (35) menambahkan dalam komunitas Skuter ini, semua anggota komunitas ini memiliki kedudukan yang sama. “Jadi, tidak ada ketua, wakil, AD/ART maupun aturan yang melekat. Kedudukan anggota sama, karena semua anggota sudah paham tentang jenis kendaraan skuter sehingga  tidak menggurui satu sama lain, jadi lebih ke sharing bersama-sama,” kata Iwan yang punya koleksi Lambretta LD tahun 54 dan Lambretta IF tahun 67.

Selain kegiatan kumpul bareng dan sharing setiap minggu sekali, komunitas ini juga melakukan touring kecil-kecilan di Semarang hingga Yogyakarta.

Adapun koleksi yang dimiliki oleh anggota komunitas Scooterist Semarang ini berbagai jenis. Misalnya Lambretta LD 150 cc tahun 54, Lambertta 125 cc tahun 66, Lambretta LI 150 cc tahun 61, Vespa VNB6 tahun 66, Vespa VBB1 62, Lambrett DL 70. Kemudian Lambretta LI Spesial tahun 67, Vespa VBA tahun 60 dan lainnya.

Hendri (42), salah satu anggota yang memiliki Vespa tahun 88 ini mengatakan ada suka-duka merawat kendaraan yang sudah langka ini. “Sukanya ya senang punya kendaraan klasik dan masih orisinal yang jarang dipunyai banyak orang. Kalau dukanya ya, pas mogok,” kata Hendri yang juga memiliki dua koleksi Vespa.

Hal senada juga disampaikan Iwan, anggota komunitas lainnya. Ia mengatakan sukanya mengoleksi kendaraan skuter karena kendaraan ini klasik.

“Keunikan dan keklasikan kendaraan inilah yang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Terlebih bisa kumpul bersama-sama para pecinta dan hobi yang sama juga. Dukanya ya kadang susah nyari spare part yang asli dan mekaniknya,” kata Iwan.

Hal yang sama dirasakan oleh Toni yang memiliki koleksi sebanyak tujuh Vespa dan satu Lambretta di rumahnya.  Dukanya mengoleksi barang-barang lawas ini,  susahnya mencari suku cadang yang asli. Namun demikian, karena sudah menjadi klangenan, semua keribetan mencari suku cadang dan mekanik ini tetap tak memengaruhi untuk mencintai kendaraan skuter ini. (ari)

About admin