22 April 2021
Home / Food Story / Enaknya Sate Kerbau Kudus

Enaknya Sate Kerbau Kudus

Selain soto kerbau, sate kerbau merupakan salah satu makanan khas Kudus. Kalau Anda kebetulan lewat atau mampir ke Kudus, rasanya tak lengkap bila tak mencicipi kuliner sate kerbau. Kuliner sate kerbau bisa ditemukan di berbagai sudut Kota Kudus.

Sate Kerbau Kudus

Dari sudut budaya masyarakat, sate kerbau menjadi simbol toleransi umat beragama yaitu Islam dan Hindu. Dulu mayoritas masyarakat Kudus adalah orang Hindu. Bagi orang Hindu sapi merupakan binatang suci. Jadi kuliner kemudian memakai daging kerbau.

Itulah sebabnya ketika menyebarkan agama Islam di Kudus, Sunan Kudus melarang pengikutnya mengonsumsi daging sapi yang dianggap suci oleh umat Hindu.

Larangan penggunaan daging sapi masih dijaga dan dipegang umat Islam di Kudus meski perdagangan daging sapi di wilayah Kudus sudah dilakukan. Itulah sebabnya kemudian berkembang usaha sate kerbau. Salah satu yang direkomendasikan untuk dicoba adalah Sate Kerbau 57 (Maju).

Rumah makan ini terletak di Gang I Jalan Kutilang, Kudus. Rumah Makan Sate Kerbau 57 ini hanya beberapa ratus meter dari Alun-alun Simpang Tujuh Kota Kudus. Angka 57 ini bukan dimaksudkan menunjuk nomor rumah, tetapi memiliki makna maju atau berkembang.

Penyajian makanan ini juga unik. Nasinya dibungkus daun jati, orang Kudus nyebutnya nasi jangkrik. Sementara bumbu kuah ada campuran serundeng. Serundeng direbus sampai 8 jam hingga kental.

Selain sate daging kerbau bisa ditemukan dengan berbagai variasi mulai dari sate koyor, lidah, hati, babat, dan usus. Makannya dicampur dengan kuah serundeng tadi. Rasanya? Benar-benar enak…

Usaha yang dirintis Pak Kosrin sejak 1975 itu kini dikelola oleh puterinya, Siti Rochmah dan suaminya Sutrimo. Ada kalanya juga dibantu oleh saudaranya, Kusno. Pada hari biasa terjual kurang dari seribu tusuk, tetapi jika Ramadan mencapai 1000 tusuk, bahkan lebih. Harga sate kerbau per porsi Rp 30.000.

Menurut Sutrimo, salah satu kunci cita rasa sate kerbau adalah kuah serundeng itu. Serundeng adalah parutan kelapa yang digoreng lebih dahulu , kemudian ditumbuk hingga halus bersama dengan bumbu.

Bumbu serundeng di antaranya adalah jinten, ketumbar, bawang putih, garam, gula kelapa, dan gula tebu. Adonan itu kemudian dimasak dalam kuali selama 8 jam. Yang sangat diperhatikan adalah nyala api dijaga kebiruan, jangan sampai menjadi kemerahan. Hal ini bisa berimbas pada rasa. Itulah sebabnya sumbu kompor selalu diperhatikan. Daging sate ketika di warung tinggal dipanasi lagi supaya segar. Karena proses memasak sebelumnya sudah dilakukan di rumah. Sehingga dagingnya benar-benar empuk dan disukai konsumen, baik orang tua maupun anak-anak. (bp)