25 October 2021
Home / Lifestyle / Drone, Haram di Jalur Take Off Pesawat

Drone, Haram di Jalur Take Off Pesawat

Awal mulai diperkenalkan ke publik, 2014, harga drone masih lumayan mahal. Drone generasi pertama, masih dibanderol puluhan juta rupiah.

”Drone generasi pertama masih sering jatuh. Baterainya sering melembung. Jadi saat latihan di Pantai Marina, misalnya, drone bisa tiba-tiba mati dan nyemplung ke dalam laut. Ya sudah, puluhan juta rupiah ikut ambles ke dalam laut, wassalam,” kenang Widhi Cahyadi, ketua Semarang Drone Community saat menceritakan awal-awal bermain drone.

Disambangi Tim PadmaNews di homebase-nya Beranda Bali, Cluster Ubud B/3A BSB City, Kota Semarang, Jateng, lelaki kelahiran Kebumen 30 Mei 1974 ini menambahkan, saat ini harga drone sangat variatif, sebagian malah sangat terjangkau masyarakat. Terutama bagi pemula atau untuk kepentingan video syuting atau foto wedding dan prewedding.

Pantauan PadmaNews di sejumlah toko dunia maya, harga drone sangat variatif. Cheerson CX-10W, misalnya. Drone berukuran kecil (10 cm), dengan kamera beresolusi HD 720p yang bisa dikoneksikan smartphone. Hasilnya dapat ditampilkan di layar smartphone secara real time. Dengan kapasitas baterai 150 mAh, drone seharga Rp 375.000 – Rp 500.000 ini bisa terbang selama lima menit.

Syma X5HW sudah dilengkapi kamera HD 0,3 MP. Drone berharga Rp 720.000 – Rp 800.000 juga bisa berputar 360 derajat dan memiliki teknologi 6 Axis Gyro untuk kestabilan saat diterbangkan.

Drone dengan harga terjangkau lainnya adalah Syma X8 Pro (Rp 1.345.000 – Rp 1.550.000). Punya sensor kamera berkualitas dan GPS terintegrasi. Brica B-Pro 5 SE, (Rp 1.325.000 – Rp 2.990.000) memiliki sejumlah fitur yang mumpuni.

Namun drone yang harganya Rp 15 jutaan hingga ratusan juta rupiah juga masih banyak ditawarkan. Seperti DJI Mavic2 Zoom, DJI Phantom 4 Pro V2.0, DJI Phantom 4 Advanced, dan DJI Mavic Pro. DJI Inspire 2 merupakan drone terbaik yang dapat diandalkan untuk keperluan sinematografi dan fotografi.

Untuk keperluan tertentu ada DJI Inspire 2. Dilengkapi cinema-grade kamera yang mampu merekam dengan format H.264 dan H.265. Semua hasil perekaman diproses dengan teknologi CineCore 2.0 image processing engine untuk menghasilkan kualitas gambar terbaik. Harganya Rp 31.600.000 – Rp 186.832.500.

Semakin lama, fungsi drone menjadi beragam. Ada Photography Drone (untuk kebutuhan foto dan merekam video), GPS Drone (biasanya terhubung dengan sinyal GPS satellite), Racing Drone (untuk kegiatan perlombaan), dan Delivery Drone (berfungsi untuk mengantarkan barang pesanan ke tujuan).

Menurut Widhi yang juga sarjana Arsitektur alumnus Undip ini , kini jarak antara remote dan drone bisa mencapai 8 km. Bahkan GPS drone  yang harganya miliaran rupiah, bisa dikendalikan dari belahan dunia lain. ‘’Selain itu juga bisa terbang selama beberapa jam karena sudah hybrid. Biasanya ini drone digunakan untuk mata-mata atau untuk memantau wilayah musuh,’’ ujarnya.

Semarang Drone Community yang beranggotakan 530 orang dari Kota semarang, Kendal, Demak, Jepara, hingga Jakarta kini sudah menawarkan beragam aktivitas.  “Untuk teman-teman pemula biasanya main di prewedding dan wedding. Kemudian merambah ke project, media partner, event, company profil, rent drone, foto dan video, hingga ke arsitektur dan mapping area,’’ jelasnya.

Jenuh, Berhitung

Resmi didirikan pada tanggal 22 April 2015, hingga 2021 jumlah anggota tidak begitu banyak. Widhi menyadari karena mainan drone merupakan hobi yang cukup mahal. Terlebih di awal-awal, banyak drone yang harganya puluhan juta jatuh karena beragam penyebab.

Tentu saja, pehobi drone kemudian ‘’berhitung’’. Karena harga spare part drone lumayan mahal. Sebagian lagi mungkin merasa jenuh. Meski demikian, Semarang Drone Community tergolong rajin mengadakan event dibanding komunitas sejenis di daerah lain di Indonesia.

Sampai saat ini Widhi masih tetap asyik menggeluti dunia drone. Menurut dia, pertama kali mainan drone di Brown Canyon, lokasinya di 2 KM sebelah selatan TVRI Jawa Tengah – Pucang Gading Mranggen, Demak. Di mana di sana terdapat tebing-tebing tinggi yang sekilas menyerupai Grand Canyon  sebuah ngarai tebing-terjal, terbentuk oleh Sungai Colorado, di utara Arizona, Amerika Serikat.

Order Pertama, Pak Ganjar

Dari hobi main-main, Widhi malah dapat order. ‘’Order pertama dari Pak Ganjar saat mau nyalon gubernur Jawa Tengah.’’ Setelah itu sejumlah order lain menyusul. Sehingga Widhi yang semula berprofesi sebagai arsitek, tambah sibuk dengan banyaknya order pembuatan video menggunakan drone.

‘’Setelah Pak Ganjar, kemudian ada order Pelatihan Antiteror, di Live langsung lewat TV LCD ditonton banyak pejabat kepolisian dan TNI. Selain Brimob Polda Jateng, Kodam IV Diponegoro, Pemkot Semarang, ada sejumlah order event. Seperti acara bertema Kebangsaan di Simpanglima Semarang tahun 2009. Kami menggunakan 12 drone. Di Simpanglima kami tidak liputan, namun drone-drone kami itu memantau pengunjung. Terutama yang menggendong ransel di punggungnya,’’ ujarnya.

Semua awak media televisi selalu mencari Widhi jika sedang ada keperluan syuting di Kota Semarang. Saat itu awak media belum punya drone. Namun kini awak media sudah banyak yang dilengkapi drone selain kamera.

Widhi juga direkrut masuk ke dalam Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS). Tugasnya membuat video tentang Kota Semarang, terutama potensi pariwisatanya. Berkat menjadi anggota BP2KS, Widhi sudah ke beberapa kota di Indonesia seperti ke Palembang, Tangerang, dll.

Edukasi, Regulasi, Action

Untuk bisa menjadi anggota SDC syaratnya tidak terlalu sulit. Namun, jangan dikira menjadi anggota SDC langsung diajak menerbangkan drone ke angkasa.

‘’Pada awal menjadi anggota, seseorang harus diberi edukasi mengenai banyak hal. Antara lain regulasi penerbangan. Misalnya, tentang Permenhub No 37/2020, yang memberikan warning tidak boleh terbang di area Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) radius 15 km dari bandara. Baru kemudian pelatihan (drone class),’’ tuturnya.

Kecuali ada hal-hal khusus yang dikomunikasikan dengan Lembaga Penyelenggara Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav. Misalnya  sesuai regulasi di Kawasan Tugu Muda Semarang, maksimal drone terbang adalah 50 meter.

‘’Namun intinya jangan terbang di jalur take off landing pesawat. Haram hukumnya. Karena sangat berbahaya. Terutama bagi pesawat yang akan take off atau pun landing. Drone bisa tersedot ke dalam turbin pesawat terbang.’’

Dilempar Sukhoi

Saat Wisuda Akmil, beberapa tahun silam, SDC diminta mendokumentasikannya dengan drone.

‘’Saya tidak diberitahu panitia, jika akan ada  dua Pesawat Sukhoi yang melintas di atas lokasi acara. Begitu dua Sukhoi itu lewat di atas mimbar kehormatan, drone saya mencelat hingga 10 meter sampai di belakang mimbar.  Sempat mati kamera, namun setelah itu bisa berfungsi normal,’’ ujarnya.

Mainan drone, kata Widhi, sebenarnya tidak profit. Namun benefitnya pasti. Anggota SDC bisa kenal dengan berbagai kalangan. Mulai dari tentara, polisi, gubernur, pejabat kementerian, pejabat BUMN, bupati/wali kota, dan masih banyak lagi.

Contoh, pada 2015, Widhi dkk dimintai tolong Polres Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Kemudian, diminta mapping mangrove di Indramayu dan Madura, atas biaya CSR sebuah perusahan luar negeri.

‘’Saat sebuah BUMN mau membuat jalan di Pracimantoro, Wonogiri, sepanjang 30 km, kami diminta tolong. Sebab, kalau jalan kaki naik turun bukit untuk membuat jalan itu sangat kesulitan. Dengan gambar yang diambil melalui drone, kami padukan dengan aplikasi tertentu akhirnya jalan sepanjang 30 km itu benar-benar bisa dibuat.’’

Saat ini SDC terbagi dalam empat kegiatan, yaitu hunting foto bersama, pelatihan, kopdar rutin setiap hari Jumat, dan melayani jasa seperti: Sales & service. Event Organizer. Rent Drone. Aerial Photography. Aerial Videography. Photography. Live Report. Mapping Area. Drone Class. Training. (Ali)