1 December 2021
Home / Lifestyle / Bina Lingkungan Jadi Wujud Kepedulian PT GPI kepada Masyarakat

Bina Lingkungan Jadi Wujud Kepedulian PT GPI kepada Masyarakat

Pandemi tak menyurutkan PT Graha Padma Internusa (GPI) untuk kembali menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Aksi pembagian bantuan yang ditujukan di wilayah Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Tugu, Kota Semarang tersebut tepatnya di Desa Jerakah, Desa Krapyak, dan Desa Tambakharjo.

Diah Ismoyowati, selaku Estate Manager Graha Padma mengatakan, sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan sekitar, pihaknya berupaya untuk terus membantu warga masyarakat dengan berbagi berkah. Kali ini, 481 paket sembako disalurkan.

“Kita peduli dengan lingkungan, karena itu kita mencoba untuk terus berbagi meski masa pandemi. Kita mengutamakan lingkungan yang ada di sekitar Perumahan Graha Padma. Di mana ada dua kecamatan yang paling dekat dengan kita yang diprioritaskan, yaitu Desa Jerakah (Kecamatan Tugu) serta Desa Krapyak dan Desa Tambakharjo (Kecamatan Semarang Barat). Apalagi, sebagian besar tenaga kerja kita juga berasal dari tiga daerah tersebut,” ungkap Diah saat berbincang di The Club Graha Padma, Tambakharjo, Kota Semarang, Senin (10/5), sebelum bersama tim PT GPI berangkat menuju lokasi untuk menyerahkan bantuan.

Menurutnya, di masa sulit pandemi ini PT GPI sudah tiga kali berbagi kepada warga masyarakat sekitar.

“Sebelum pandemi pun, sebenarnya kita sudah sering melakukan. Biasanya bantuan yang kita berikan dengan cara semacam mengadakan bazar membuka stan di Graha Padma, kemudian membagikan kupon kepada warga untuk menebus sembako dari harga Rp 80.000 hanya dibayar Rp 15.000. Untuk menebus kupon, mereka datang ke lokasi bazar. Dulu, kami bisa menyediakan hingga 800 paket. Namun karena saat ini kondisi belum memungkinkan untuk mengadakan bazar, maka kita memberikannya secara simbolis dengan turun langsung ke lokasi. Kali ini ada 481 paket yang kita bagikan, perinciannya 100 paket di Desa Jerakah, 100 paket di Desa Krapyak, 240 paket di Desa Tambakharjo, dan 41 paket untuk para perangkat,” beber alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Persiapan distrbusi bantuan di Dacon PT. GPI

Adapun isinya, lanjut dia, gula, minyak goreng, mi instan, sirup, teh, kopi, dan biskuit.

Dimulai dari lokasi pertama, kurang lebih pukul 11.00, tim dari PT GPI yang diketuai oleh Diah menuju ke Kecamatan Tugu. Sampai di tujuan, tim disambut oleh Camat Tugu, Moch Imron SH MH. Selanjutnya, secara simbolis Diah memberikan paket sembako kepada Moch Imron dan dua perwakilan warga. Penyerahan bantuan dari Graha Padma tersebut berbarengan saat pelaksanaan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diadakan oleh Kecamatan Tugu di halaman kantor.

Usai penyerahan paket bantuan secara simbolis, Moch Imron mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PT GPI.

“Atas nama Camat Tugu, saya menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Graha Padma. Di mana, dalam setiap momen selalu berpartisipasi memperhatikan warga yang ada Kecamatan Tugu. Di saat pendemi Covid-19 ini, beberapa bantuan sebelumnya juga sudah kita terima. Dan, saat sekarang ini dalam rangka meringankan beban warga masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri, PT GPI kembali memberikan sembako. Dengan bantuan yang diterima ini, warga paham betul tentang Graha Padma dan ikut mendoakan semoga usaha dari Graha Padma selalu berkembang dan maju,” kata Moch Imron.

Menurut Camat yang juga Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Semarang periode 2019-2023 itu, di Kecamatan Tugu ada tujuh kelurahan dan secara kewilayahan yang berdekatan dengan Graha Padma adalah Tugurejo dan Jerakah. 

Karena itu, Moch Imron berharap sinergitas yang sudah terbangun ini bisa terus dilaksanakan dan berkesinambungan.

“Saya sendiri sebagai aparat yang ditugaskan oleh Pak Wali Kota di Kecamatan Tugu, akan mendukung dan memberikan pelayanan yang all out dan optimal kepada Graha Padma, sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara bersama-sama,” harapnya.

Sebagai salah satu contoh, bazar UMKM satu hari yang diadakan oleh pihak kecamatan dengan peserta dari tujuh kelurahan saat itu. Masing-masing kelurahan menampilkan, mempromosikan, dan mengikutkan tiga UMKM-nya dengan berbagai hasil produksi.

Moch Imron menjelaskan, untuk pendistribusian bantuan, mengingat situasi pandemi, ada dua metode pembagian. Pertama, warga menebus 50% dari harga yang dibagikan melalui kupon. Dari 450 warga yang diberi kupon, diatur saat pengambilan. Setiap 1,5 jam sekali dibagi bergelombang, sehingga tidak ada kerumunan. Jika ada kerumunan langsung disibak oleh petugas yang berjaga. Protokol kesehatan juga menjadi prioritas.

Kedua, pembagian bantuan sosial yang terkena dampak bencana dibagikan gratis. Untuk Kelurahan Tugurejo, yang diundang ke kecamatan 40 orang, sedangkan kelurahan lain diserahkan oleh masing-masing kelurahan kepada warganya yang terdampak. 

“Semua mesti waspada menjaga diri sendiri agar selalu sehat dan tentunya berdoa dijauhkan dari Covid-19,” tandasnya.

Sudah Rutinitas

Bergerak ke lokasi kedua, sekitar pukul 12.00 tim PT GPI menuju Kelurahan Tambakharjo. Tim disambut oleh Lurah Tambakharjo bersama perangkat dan 10 perwakilan warga yang menerima bantuan secara simbolis.

Di Kelurahan Tambakharjo sendiri ada tiga RW terdiri atas 13 RT, sedangkan untuk lingkungan Graha Padma ada tiga RW dengan tujuh RT.

Warsito, Lurah Tambakharjo mengucapkan terima kasih kepada PT GPI.

“Kami mewakili warga Kelurahan Tambakharjo merespons sekali atas kepedulian PT GPI Semarang yang telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Tambakharjo. Ini bukan bantuan kali pertama, melainkan sudah berkelanjutan atau rutinitas,” katanya.

Menurut pria 56 tahun ini, setiap tahun selalu ada atensi untuk Kelurahan Tambakharjo.

Suasana penyerahan bantuan

“Seperti halnya kali ini, warga sangat berterima kasih atas sembako yang telah diterima. Mudah-mudahan bantuan ini bisa barokah dan PT GPI selalu sukses dan memperhatikan warga lingkungan sekitar tempat tinggal,” ungkap dia.

Warsito berharap ke depan jalinan persaudaraan atau bina lingkungan ini bisa berjalan baik. Antara pihak PT GPI dan warga lingkungan bisa saling bekerja sama.

Sementara pendistribusian bantuan, karena masih pandemi Covid-19 maka untuk mencegah kerumunan, ada petugas mitra kelurahan bersama perangkat langsung mendatangi ke rumah-rumah warga. Hal itu untuk menghindari kerumunan, sehingga protokol kesehatan tetap terjaga. Apalagi sudah ada data penerima atau warga paling tidak mampu agar diprioritaskan.

Senada yang disampaikan oleh Camat Tugu dan Lurah Tambakharjo, di lokasi ketiga penerima bantuan, Lurah Krapyak Hendro Wahono mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh PT GPI.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dari PT GPI memberikan 100 paket sembako kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu. Saat ini masih pandemi corona, banyak masyarakat yang sangat membutuhkan. Saya berharap ke depan silaturahmi ini kita lanjutkan. Dan, tentunya atas nama warga masyarakat Krapyak, saya berterima kasih sekali kepada PT GPI. Semoga PT GPI tetap jaya dan lancar,” ungkap pria kelahiran 1964 tersebut.

Di wilayah Kelurahan Krapyak, ada sembilan RW dengan 48 RT. Hingga saat ini, bantuan-bantuan lain memang belum merata, sedangkan angka kemiskinan masih 50%.

Sangat Membantu

Aksi bina sosial bagi warga masyarakat  di masa pandemi dan saat terdampak bencana, memang sangat membantu dan memberikan arti tersendiri. Paling tidak, beban masyarakat sedikit berkurang. Dalam hal ini PT GPI Semarang terus berupaya agar bisa meringankan warga dari segi pemenuhan kebutuhan pangan.

Sri Suswanti (46), warga Jerakah RT 04 RW 03, yang mewakili penerima bantuan mengaku pembagian sembako ini sangat membantu. Dia yang sudah vakum enam bulan dari pekerjaan akibat pandemi ini, begitu merasakan dampaknya.

“Dengan adanya bantuan ini, beban menjadi berkurang,” ujar ibu dari dua anak yang masing-masing masih kuliah dan bersekolah SMA.

Hal sama dirasakan oleh Alfianti (51). Warga Jerakah RT 01 RW 02 yang berjualan lontong ini sangat bersyukur bisa menerima bantuan sembako dari PT GPI.

“Anak saya dua dan suami sudah meninggal. Terima kasih kepada Graha Padma, bantuan ini cukup membantu,” ujar Alfiati.

Begitu pula dengan Fatimah (35), penerima bantuan lainnya yang berasal dari Desa Tambakharjo. Ibu satu anak yang bekerja di Graha Padma sebagai cleaning service (CS) tersebut berterima kasih sekali kepada PT GPI.

Sementara itu, salah satu Ketua PKK RW 02 Krapyak, Maya (51) berharap semoga bantuan bisa berkesinambungan dan menjadi berkah bersama.

“Di RW 02 Krapyak ada empat RT dengan jumlah 60 KK. Dengan adanya pembagian sembako ini, kami sangat berterima kasih. Semoga Covid-19 segera berlalu,” tandasnya. (Sasy)