22 April 2021
Home / Lifestyle / Berani Gundul untuk Dukung Penderita Kanker

Berani Gundul untuk Dukung Penderita Kanker

Vita Mahaswari

Alhadi (12) tampak kelelahan di pangkuan ibunya, Maemudah (29). Anak ke-2 dari pasangan Arifin (30) dan Maemudah ini sejak usia 5 tahun divonis kanker darah dan harus menjalani pengobatan secara rutin di RS Kariadi Semarang. Hari itu, mereka diundang datang ke Java Supermall Semarang untuk mengikuti Hari Kanker Anak Internasional,  bertajuk Berani Gundul 2020 pada Selasa (10/3/2020).

Alhadi bersama sekitar 100 anak penderita kanker dari berbagai Kota di Semarang dan sekitarnya diundang oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia  (YKAKI) Semarang. ”Tadi naik kereta jam 7 pagi dan dijemput di Stasiun Poncol, mungkin anak saya kecapekan jadi diam terus,” ungkap Maemudah.

Sejak anaknya divonis sakit, ia yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga toko di Tegal terpaksa ditinggalkannya. Sementara suaminya merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah. ”Dengan kondisinya yang sakit, tidak mungkin meninggalkan anak saya di rumah,” paparnya.

Ia mengungkapkan meski dalam pengobatan mendapat cover dari BPJS, namun biaya transportasi dan hidup di Semarang saat terapi pengobatan diakuinya cukup memberatkan. ”Tapi mau gimana lagi, ini hidup yang harus saya jalani,” paparnya.

Ia pun juga bersyukur selama ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya YKKAI Semarang seperti untuk rumah singgah dan kebutuhan sehari-hari. ”Saya hanya ingin anak saya bisa sembuh,” ungkapnya lirih.

Hal yang sama dialami oleh Minhajul Atfal (19). Kanker yang menggerogoti pemuda bertubuh jangkung itu, mulai menyerang saat umurnya baru 17 tahun. Namun, hari itu yang juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Minhajul mendapat kado spesial dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Rambutnya dicukur gundul oleh orang nomor satu di Jateng tersebut.

Menurutnya, hal itu adalah suatu bentuk sokongan psikologis bagi penderita kanker, seperti dirinya.“Ini adalah kado bagi saya, karena tepat hari ini saya ulang tahun ke-19 tahun. Bangga sih dicukur oleh Pak Ganjar. Terima kasih juga sudah mau datang ke acara ini dan memberi dukungan kepada kami penderita kanker,” kata dia.

Ia mengakui dukungan dan perhatian yang diberikan amatlah penting bagi pengidap kanker sepertinya. Sebab, kondisi psikologis mereka sangat berperan dalam proses penyembuhan.“Apa yang ditunjukkan oleh relawan, yang berani menggunduli kepala mereka, penting bagi kami. Kami seperti mendapatkan suntikan moral. Karena penderita kanker tidak boleh berpikiran negatif dan selalu semangat,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi  kegiatan ini.  Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian warga terhadap penderita kanker. “Ini kegiatan luar biasa. Karena bisa memberikan rasa tenang dan kenyamanan bagi penderitanya. Kita tak bisa membayangkan bagaimana penderitaan mereka. Kalau jadi tukang cukur, sudah dua kali saya, yang pertama pas tahalul (cukur rambut saat ibadah haji),” paparnya.

Pentingnya sokongan moral, juga diakui orang tua dari anak penderita kanker, Muawanah. Menurutnya, acara seperti ini memberikan daya dongkrak psikologis bagi anaknya yang telah dua tahun mengidap kanker.

“Dulu demam, kemudian kakinya bengkak dan tak bisa jalan. Kemudian setelah diambil sum-sumnya baru ketahuan kena kanker. Dulu sempat tak bisa jalan, sekarang alhamdulillah sudah bisa lagi,” ucap warga Kudus itu.

Ketua YKAKI Semarang Vita Mahaswari mengatakan, ada kenaikan dalam jumlah penderita kanker. Namun, ia meminta hal itu tak menjadi kekhawatiran. “Ini kegiatan Berani Gundul keempat. Tujuannya menumbuhkan simpati dan empati masyarakat terhadap anak yang terkena kanker. Harapannya dukungan semakin meningkat,” urainya.

Menurut Vita, dukungan berupa moral maupun material sangat penting dalam kesembuhan penderita kanker. Apalagi, ada pasien yang seharusnya sudah diperbolehkan pulang, namun kembali kumat ketika sampai di kampung halaman. Karenanya, shelter atau rumah tinggal sementara yang dimiliki oleh YKAKI dan perawatan kesehatan, menjadi penting, mengingat beberapa penderita berasal dari luar Semarang.

“Angkanya (penderita) cukup memprihatinkan tapi tak perlu khawatir. Ada peningkatan jumlah pasien. Kalau kita sendiri sudah menangani 195 pasien. Dengan dukungan dan kasih sayang semua pihak semua pasti bisa sembuh,” ujarnya.

Selain dukungan moral dan dana, Vita menyebut perlu adanya upaya edukasi. Pembelajaran mengenai kanker dirasa perlu, agar masyarakat mengenal gejala dan dapat mengobati kanker lebih awal.

Pada acara yang juga didukung oleh manajemen Perumahan Graha Padma ini, setidaknya 70 orang relawan digunduli rambutnya. Adapun dalam pelaksanaannya menggandeng sebuah brand cukur yang ada di Kota Semarang

Vita menambahkan, jika program berani gundul setiap tahun diselenggarakannya. Untuk tahun ini, program berani gundul dilaksanakan bertepatan dengan hari kanker sedunia, yakni 10 Maret 2020.

Melalui acara yang dipandu MC Indra Bekti tersebut, ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap anak penderita kanker. “Bahwa kanker pada anak masih bisa diupayakan untuk sembuh, masih punya semangat untuk memperjuangkan. Dengan cukur gundul bisa supporting secara psikologis untuk anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi,”paparnya.

Pendiri dan Ketua YKAKI Pusat Ira Sulistiyo mengatakan, memperingati Hari Kanker Anak Internasional setiap 15 Februari, pihaknya berharap masyarakat turut memberikan dukungan kepada anak penderita kanker. “Yang kami inginkan, masyarakat tahu bahwa kanker pada anak bisa disembuhkan dan tidak menakutkan,”papar Ira.

Ia menambahkan, Semarang adalah kota terakhir dalam rangkaian acara #beranigundul2020. Selain Semarang, kegiatan serupa digelar di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Manado, Makassar dan Pekanbaru.  “Antusiasme masyarakat Kota Semarang sangat luar biasa. Bertambah dari tahun ke tahun. Ini membuktikan Semarang sangat perhatian terhadap anak penderita kanker,”katanya.

Marketing manager Graha Padma Nur Windia Buntario yang hadir pada acara tersebut mengatakan pihaknya mendukung kegiatan sebagai bentuk ikut peduli kepada  para penyintas kanker, khususnya kalangan anak.  ”Harapan saya agar anak-anak penderita kanker di seluruh Indonesia dapat hidup sehat seperti anak-anak lainnya,” katanya. (Ari)